Kemenhut Tegaskan Penindakan Pelaku Karhutla tanpa Pandang Bulu

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kanan). Foto: Dok. Kemenhut.

Kemenhut Tegaskan Penindakan Pelaku Karhutla tanpa Pandang Bulu

Fachri Audhia Hafiez • 23 August 2026 17:49

Banjarbaru: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik individu maupun korporasi. Penindakan ini dipastikan tanpa pandang bulu.

“Saya kira perintah Pak Presiden Prabowo jelas, tanpa pandang bulu. Baik itu individu maupun korporasi, kita akan tindak secara tegas,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Guntung Damar, Kalimantan Selatan, Minggu, 23 Agustus 2026.
 


Raja Juli menjelaskan, langkah penegakan hukum merupakan pilar utama pemerintah dalam menangani bencana karhutla. Saat ini, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Dirjen Gakkum) tengah memproses 42 kasus karhutla yang mencakup pemberian sanksi administratif, penyegelan lokasi, hingga penetapan sembilan tersangka.

“Ada yang kena peringatan administrasi, ada yang sudah disegel, ada yang sembilan yang sudah menjadi tersangka,” kata Raja Juli.

Selain penanganan dari kementerian, pihak kepolisian tengah memproses 52 kasus dugaan pembakaran lahan. Di wilayah Kalimantan Selatan, sudah ada tiga tersangka yang diproses hukum, baik dari unsur perorangan maupun perusahaan.

“Macam-macam, ada gabungan antara korporasi dan individu. Jadi kita tidak pandang bulu ya. Siapapun yang melakukan pembakaran dengan cara sengaja yang merugikan masyarakat, maka akan ditindak secara tegas,” ucap Raja Juli.


Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kanan). Foto: Dok. Kemenhut.

Upaya penindakan hukum tersebut berjalan beriringan dengan pemadaman intensif di lapangan. Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) terus dikerahkan untuk memadamkan titik api yang mengancam pemukiman dan aktivitas warga.

Sebelumnya, Menhut melakukan peninjauan di Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Peninjauan dilanjutkan dengan rapat koordinasi penanganan karhutla dengan Wakajati Kalsel Arip Zahrulyani, Tenaga Ahli Kepala Badan BNPB TNI Purn Brigjen Herman Hidayat, Kabid PKSDAR Rudi Herlambang, Kepala stasiun klimatologi Kalsel Damanik dan Kepala stasiun Meteorologi Kalsel Ota hingga Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby.

(Fachri Audhia Hafiez)