Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia Batara Sianturi. Foto: dok Citi Indonesia.
Citi Indonesia Siapkan Pipeline Kredit Rp5 Triliun pada Semester II-2026
Andika Fauzan Azhari • 20 August 2026 19:10
Jakarta: Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) optimistis terhadap penyaluran kredit pada semester II-2026. Perseroan memiliki potensi pembiayaan (pipeline) kredit sekitar Rp5 triliun untuk periode tersebut.
Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan sebagian besar pipeline kredit berasal dari segmen korporasi domestik.
"Prospek untuk semester kedua, kita masih melihat pipeline kami itu cukup strong untuk kredit. Masih ada mungkin sekitar Rp5 triliun untuk semester kedua, dan kebanyakan itu sekitar di local corporate mungkin sekitar 60 persen daripada pipeline tersebut," kata Batara dalam Konferensi Pers Kinerja Keuangan Citi Indonesia Semester I-2026 di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Batara menjelaskan, selain korporasi lokal, sisa pipeline kredit ditopang segmen bisnis multinasional, perbankan komersial, hingga pembiayaan perdagangan (trade loan) senilai Rp1 triliun.
"Jadi untuk semester kedua ini our pipeline is very, very strong, dan kita harapkan ini akan juga mendongkrak performance untuk semester yang kedua," tutur dia.

Ilustrasi Gedung Citi Indonesia. Foto: dok Citi Indonesia.
Tiga sektor penopang utama
Ekspansi penyaluran kredit Citi Indonesia pada semester II-2026 akan berfokus pada tiga sektor industri utama, yakni telekomunikasi dan komunikasi, lembaga keuangan (financial institution dan non-bank financial institution), serta pertambangan dan konstruksi.
Pertumbuhan kredit juga akan didukung sektor lainnya, seperti ritel dan kimia.
Melalui penyesuaian Rencana Bisnis Bank (RBB), Citi Indonesia memproyeksikan penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh di kisaran high single digit hingga akhir tahun.
Perseroan optimistis dapat merealisasikan target tersebut seiring dengan tren pertumbuhan ekonomi nasional.