Karhutla Gunung Bromo Meluas Merembet ke Probolinggo,

Petugas gabungan memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Bromo yang terus meluas pada Selasa (4/8/2026). ANTARA/HO-BPBD Probolinggo

Karhutla Gunung Bromo Meluas Merembet ke Probolinggo,

Whisnu Mardiansyah • 4 August 2026 18:46

Probolinggo: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menyatakan kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo terus meluas. Api yang berasal dari Blok Bantengan di Kabupaten Lumajang kini sudah menjalar hingga ke kawasan Watu Gede di Kabupaten Probolinggo. Luas lahan yang terbakar mencapai 7,9 hektare.

"Personel BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan pemadaman di wilayah Gunung Bromo, antara Blok Bantengan sampai Pusung Jantur. Api masuk wilayah administratif Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo," katanya saat dihubungi melalui telepon, seperti dilansir Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Jawa Timur, Perhutani, TNI/Polri, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Agen Penanggulangan Bencana Jatim, dan relawan bahu-membahu berupaya menjinakkan api di kawasan wisata Bromo.

"Api masih menyala dan merembet ke arah timur. Luasan yang terbakar diperkirakan mencapai 7,9 hektare, namun kemungkinan bisa bertambah karena titik api belum padam 100 persen," tuturnya.
 


Oemar mengungkapkan petugas memadamkan api dengan peralatan sederhana seperti gepyok dan backpack sprayer. Namun, upaya pemadaman terkendala medan yang curam dan angin kencang yang terus bertiup.

"Tim gabungan terus melakukan pemantauan, membuat sekat agar api tidak merembet, dan menyiapkan peralatan untuk melakukan upaya-upaya pencegahan kebakaran di kawasan TNBTS agar tidak semakin meluas," katanya.

Hingga Selasa siang, titik api yang mengarah ke Probolinggo sudah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya kembali api akibat tiupan angin kencang.


Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin, 3 Agustus 2026. ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS


Akibat kebakaran ini, Balai Besar TNBTS menutup sementara tiga pintu akses wisata Gunung Bromo, yaitu Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang. Penutupan berlaku sejak Senin, 3 Agustus 2026, pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Meski tiga akses ditutup, wisatawan masih dapat menikmati Bromo melalui pintu masuk Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan. Namun, mereka hanya diizinkan mengakses area Lautan Pasir dan dilarang mendekati wilayah savana yang masih rawan kebakaran.

(Whisnu M)