AS dan Israel Bersiap Serang Infrastruktur Energi Iran, Trump Belum Putuskan

AS dan Israel dilaporkan menyiapkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi Iran. (Anadolu Agency)

AS dan Israel Bersiap Serang Infrastruktur Energi Iran, Trump Belum Putuskan

Willy Haryono • 1 August 2026 08:48

Washington: Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan tengah mempersiapkan kemungkinan salah satu kampanye pengeboman terbesar terhadap infrastruktur energi Iran.

Rencana serangan disebut-sebut dapat dijalankan pada akhir pekan, meski Presiden AS Donald Trump belum memberikan persetujuan akhir.

Mengutip laporan CBS News pada Jumat, 31 Juli 2026, pejabat AS dan Israel telah membahas kemungkinan menyelesaikan operasi sebelum pasar keuangan dibuka pada Senin guna meminimalkan dampak ekonomi. Namun, hingga kini belum ada tenggat waktu yang diputuskan.

Laporan tersebut menyebut Israel telah menerima pengarahan dan berkoordinasi dengan Washington terkait rencana tersebut.

Meski demikian, seorang pejabat Israel mengatakan pemerintahnya belum mengetahui adanya keputusan untuk melanjutkan operasi militer berskala penuh terhadap Iran dan belum diminta bergabung dalam serangan tersebut.

Saat menghadiri rapat kabinet di Camp David, Trump mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer terhadap Iran.

"Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras. Pada titik tertentu mereka akan berkata, 'Kami tidak sanggup lagi menahannya,'" ujar Trump.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan Amerika Serikat akan memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir selama masa pemerintahan Trump.

Sementara itu, Juru Bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan militer AS telah siap melaksanakan perintah, tetapi menolak mengungkap sasaran operasi sebelum keputusan resmi dari presiden diterbitkan.

Infrastruktur Energi Jadi Sasaran

Menurut CBS News, sasaran utama yang dipertimbangkan meliputi pembangkit listrik dan kilang minyak Iran. Sejumlah pejabat AS juga dikabarkan tengah mengkaji opsi memutus pasokan listrik ke ibu kota Teheran.

Laporan terpisah dari Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pejabat AS menyebut rencana serangan tersebut telah memperoleh otorisasi dalam pertemuan di Camp David.

Namun, para pejabat itu mengatakan Trump masih membuka kemungkinan menghentikan operasi militer dan kembali ke jalur diplomasi apabila terdapat kemajuan segera dalam perundingan dengan Iran.

Iran Siapkan Balasan

Di sisi lain, kantor berita Tasnim mengutip seorang pejabat senior keamanan Iran yang mengatakan Teheran telah menyiapkan rencana balasan apabila AS melancarkan serangan baru.

Pejabat tersebut menyebut laporan mengenai rencana serangan sebagai bentuk "tindakan ceroboh" dan menegaskan Iran telah menyiapkan respons komprehensif.

Menurutnya, rencana balasan itu mencakup serangan terhadap infrastruktur penting di Israel serta infrastruktur energi Amerika Serikat di kawasan.

Ia juga mengeklaim Iran memiliki kemampuan dan tekad untuk membalas setiap serangan yang dilakukan oleh AS maupun Israel.

Baca juga:  Iran Klaim Hancurkan Tiga Jet F-35 Milik AS di Yordania

(Willy Haryono)