APMF 2026 Digelar 5-7 Agustus di Bali, Ungkap Masa Depan Marketing Era AI

Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026 digelar pada 5-7 Agustus di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, dengan tema Blueprint the Beyond (Foto:Dok.APMF)

APMF 2026 Digelar 5-7 Agustus di Bali, Ungkap Masa Depan Marketing Era AI

Rosa Anggreati • 3 August 2026 13:37

Nusa Dua: Pesatnya perkembangan creator economy, fragmentasi media digital, serta kemajuan teknologi seperti generative AI (artificial intelligence) telah mengubah secara fundamental cara konsumen berinteraksi dengan brand. Perubahan ini membuat siklus kampanye pemasaran semakin singkat, sementara keputusan konsumen kini dipengaruhi oleh semakin banyak platform, komunitas, dan teknologi baru.

Kondisi tersebut menuntut pelaku industri marketing dan komunikasi untuk tidak hanya menciptakan kampanye yang menarik, tetapi juga membangun strategi dan sistem yang mampu menjaga relevansi brand di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat. Tantangan inilah yang menjadi fokus utama Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026.

APMF 2026 akan digelar pada 5-7 Agustus 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, mengangkat tema "Blueprint the Beyond." Forum yang telah berlangsung sejak 2005 ini akan mempertemukan para pemimpin industri dari sektor brand, media, teknologi, agensi, platform digital, hingga ekonomi kreatif untuk bersama-sama merancang arah baru consumer engagement di kawasan Asia Pasifik.
 


Berbeda dengan konferensi marketing pada umumnya yang berfokus pada tren atau studi kasus, APMF 2026 mengajak para praktisi untuk melangkah lebih jauh: menyusun kerangka berpikir dan strategi yang dapat diterapkan dalam menghadapi perubahan industri dalam jangka panjang.

Chairman APMF Andi Sadha menuturkan tantangan industri saat ini sudah semakin berkembang. “Saat ini tidak kekurangan insight. Hampir setiap hari kita disuguhkan data baru, teknologi baru, dan tren baru. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mengubah semua insight tersebut menjadi struktur pengambilan keputusan yang mampu membantu organisasi bergerak lebih cepat dan lebih adaptif," ujar Andi.

Teknologi seperti generative AI, programmatic commerce, serta berkembangnya ekosistem kreator telah mengubah pola interaksi antara brand dan konsumen secara fundamental. Dalam situasi tersebut, organisasi tidak cukup hanya bereaksi terhadap perubahan, tetapi perlu merancang ulang cara mereka membangun hubungan dengan pelanggan.

Selama tiga hari penyelenggaraan, APMF 2026 menghadirkan empat pengalaman utama yang dirancang untuk mendorong lahirnya kolaborasi dan pengambilan keputusan strategis. Melalui Applied Intelligence Lab, peserta akan mengikuti kelas-kelas implementatif mengenai AI, commerce, intellectual property, hingga consumer perception. Sementara Conference Stage menghadirkan keynote dan diskusi bersama tokoh-tokoh berpengaruh di bidang marketing, teknologi, media, dan budaya.

Selain itu, peserta juga dapat mengeksplorasi berbagai inovasi melalui Innovation & Experience Showcase, yang mempertemukan solusi teknologi, platform, dan brand dalam format pengalaman langsung, serta mengikuti Leadership Gatherings, ruang diskusi tertutup yang dirancang untuk membangun kemitraan strategis lintas industri.
 
APMF juga akan menghadirkan lebih dari 25 pembicara dari berbagai negara dan latar belakang industri. Di antaranya adalah Regional Chief Creative Officer IMPACT BBDO Ali Rez, Filmmaker & Comedian, Co-founder of Imajinari (Film Studio) Ernest Prakasa, Rica Facundo Managing Editor WARC APAC, Co-Founder and Director EnMasse Sunny Gho, Managing Director, Design, and Digital Products Lead Accenture Song Tuomas Peltoniemi, serta sejumlah pemimpin industri lainnya dari kawasan Asia Pasifik.

Keberagaman latar belakang para pembicara mencerminkan perubahan lanskap marketing saat ini. Marketing tidak lagi berdiri sebagai fungsi yang terpisah, melainkan menjadi titik temu antara teknologi, media, kreativitas, investasi, data, hingga ekonomi kreatif. Oleh karena itu, forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan perspektif dan solusi yang lebih menyeluruh.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, APMF diikuti oleh 921 peserta yang terdiri dari para pengambil keputusan di tingkat regional, termasuk CMO, business leaders, growth leaders, pemilik brand, pelaku industri kreatif, media, agensi, hingga platform teknologi. Komposisi peserta tersebut menjadikan APMF sebagai salah satu forum strategis bagi para pemimpin industri untuk bertukar gagasan sekaligus membangun kolaborasi yang berpotensi membentuk arah perkembangan marketing di kawasan Asia Pasifik.

"Blueprint the Beyond bukan sekadar tema konferensi. Ini adalah ajakan untuk bersama-sama membangun fondasi baru bagi industri marketing. Kami percaya bahwa tantangan yang dihadapi saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu organisasi atau satu sektor saja. Masa depan consumer engagement hanya dapat dibangun melalui kolaborasi lintas industri," kata Andi.

APMF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga menghasilkan keputusan, kemitraan, dan kerangka kerja yang mampu membantu organisasi menghadapi dekade berikutnya dengan lebih siap. Pendaftaran peserta APMF 2026 telah dibuka melalui situs resmi APMF di apmf.com.

(Rosa Anggreati)