BNPB mulai melakukan pembangunan huntara bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Dokumentasi/ Istimewa
Huntara Dibangun Berdekatan dengan Rumah Rusak, Warga Aceh Tak Harus Pergi Jauh
Fajri Fatmawati • 2 January 2026 17:28
Banda Aceh: Pemerintah Aceh memastikan pemulihan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi terus berjalan. Salah satu skema yang diterapkan adalah pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di samping lokasi rumah warga yang rusak.
"Skema pembangunan Huntara direncanakan berdiri di samping lokasi rumah warga yang rusak," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, Jumat, 2 Desember 2026.
Nasir menjelaskan Pemerintah Pusat berkomitmen membangun Hunian Sementara (Huntara), yang nantinya dilanjutkan dengan Hunian Tetap (Huntap). Proses pembangunan ini membutuhkan sejumlah tahapan teknis.
"Ini merupakan prioritas sebagaimana instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, agar warga segera memiliki hunian layak, mengingat waktu yang sudah mendekati bulan suci Ramadan, Hari Raya Idulfitri, dan Idul Adha," ujarnya.
Data kerusakan yang menjadi dasar program ini telah diterima pemerintah dengan sistem by name by address dari 11 kabupaten/kota pasca-bencana banjir dan longsor. Data terbaru dari Posko Terpadu Pemerintah Aceh dan BNPB per 31 Desember 2025 mencatat kerusakan yang sangat signifikan.
"Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 129.657 unit rumah mengalami kerusakan akibat bencana. Kerusakan tersebut tersebar di 225 kecamatan dan 3.658 gampong di seluruh wilayah Aceh," ucap Nasir.

Hunian sementara warga Aceh Tamiang terdampak bencana. Dokumentasi/Istimewa
Dari jumlah tersebut, sebanyak 36.328 unit rumah dilaporkan rusak berat, termasuk kategori rumah yang hilang atau hanyut tersapu arus. Kemudian, tercatat 22.951 unit rumah mengalami rusak sedang dan 46.779 unit rumah rusak ringan.
"Adapun sisanya saat ini masih dalam tahap verifikasi teknis untuk menentukan kategori perbaikan yang tepat bagi rumah-rumah terdampak lainnya," jelas Nasir.