Harga Gas Eropa Turun Lebih dari 2% Meski Konflik AS-Iran Masih Berlanjut

Ilustrasi, sistem pipa gas LNG di Eropa. Foto: dok Xinhua.

Harga Gas Eropa Turun Lebih dari 2% Meski Konflik AS-Iran Masih Berlanjut

Husen Miftahudin • 11 July 2026 14:50

Amsterdam: Harga gas alam grosir Eropa ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat waktu setempat setelah data terbaru menunjukkan kapal pengangkut gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) tetap melintasi Selat Hormuz.

Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah.

Mengutip Investing.com, Sabtu, 11 Juli 2026, kontrak acuan gas Belanda untuk pengiriman bulan berikutnya turun 2,3 persen menjadi 48,97 euro per megawatt-jam (MWh), setelah sempat melonjak sekitar enam persen pada awal pekan. Sementara itu, kontrak gas Inggris untuk pengiriman bulan berikutnya turun 2,4 persen menjadi 117,90 pence per therm.

Meski melemah, kedua kontrak acuan tersebut masih berada di jalur kenaikan mingguan untuk pekan kedua berturut-turut, didorong oleh meningkatnya premi risiko geopolitik di pasar energi dalam sekitar 10 hari terakhir.
 



(Ilustrasi, bendera Uni Eropa. Foto: Anadolu Agency)
 

Arus pengiriman LNG redakan kekhawatiran pasar


Penurunan harga terjadi meski ketegangan geopolitik masih tinggi setelah meningkatnya konfrontasi militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Berakhirnya gencatan senjata pada 17 Juni membuat pasar tetap mencermati keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, pelaku pasar memperoleh sentimen positif setelah data pelacakan satelit dan informasi dari perusahaan perantara kapal menunjukkan sejumlah kapal pengangkut LNG dari terminal ekspor Qatar berhasil melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir tanpa gangguan operasional.

Iran dilaporkan meningkatkan patroli angkatan laut serta pemeriksaan komunikasi di jalur pelayaran tersebut. Meski demikian, aktivitas tersebut belum menghambat lalu lintas kapal dagang sehingga risiko gangguan pasokan energi belum menjadi kenyataan.

Selain kelancaran arus pengiriman LNG, tingginya cadangan gas di Eropa turut menopang kepercayaan pasar. Persediaan gas di kawasan zona euro saat ini berada di atas rata-rata musiman untuk Juli. Kondisi tersebut memberikan bantalan terhadap potensi gejolak pasokan energi akibat konflik geopolitik dalam jangka pendek.

Meski demikian, pasar tetap mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah. Konflik yang berkepanjangan atau eskalasi yang berdampak langsung terhadap infrastruktur LNG maupun jalur pelayaran di Teluk Persia berpotensi kembali mendorong harga gas Eropa menembus level psikologis 50 euro per MWh.

(Husen Miftahudin)