Ledakan di Bandung Barat, 3 Warga Tewas Usai Bongkar Mortir Pakai Palu

Polisi menyisir lokasi terjadinya ledakan akibat mortir aktif di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Polda Jabar)

Ledakan di Bandung Barat, 3 Warga Tewas Usai Bongkar Mortir Pakai Palu

P Aditya Prakasa • 9 July 2026 08:23

Bandung: Sebanyak tiga warga Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tewas akibat ledakan amunisi mortir aktif pada Rabu, 8 Agustus 2026. Ledakan maut tersebut terjadi setelah salah seorang korban mencoba membuka mortir dengan cara memukulnya menggunakan palu.

Kapolsek Cipatat Kompol DMS Andriani mengatakan, para saksi di sekitar lokasi sempat mendengar suara ledakan yang cukup keras. Setelah warga mendatangi sumber suara, ketiga korban yang diketahui bernama Ade, 21; Suhri, 51; dan Rodiana, 40, sudah dalam kondisi terkapar.

"Berdasarkan keterangan awal di lokasi, ketiga korban menemukan bekas peluru jenis mortir dalam kondisi masih aktif. Tanpa menyadari bahaya, korban berusaha membuka proyektil dengan cara dipukul menggunakan palu hingga akhirnya meledak," kata Andriani melalui keterangan resmi, Kamis, 9 Juli 2026.

Ia menyebutkan, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Tim Inafis dan Penjinak Bom (Jibom) juga dilibatkan guna memastikan sterilisasi lokasi dari sisa bahan peledak lain yang kemungkinan masih ada.

"Mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membuka benda mencurigakan yang diduga bahan peledak, dan segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat bila menemukan benda berbahaya," ucapnya.

Polisi menyisir lokasi terjadinya ledakan akibat mortir aktif di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Polda Jabar)

Andriani menambahkan, pihaknya bersama TNI akan terus memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya hal serupa. Ia menegaskan, peristiwa ini menjadi peringatan keras tentang bahaya amunisi aktif yang tertinggal.

"Edukasi kepada masyarakat, khususnya pemulung, terkait risiko bahan peledak akan terus digencarkan Polsek Cipatat bersama TNI dan instansi terkait," tandasnya.

(Lukman Diah Sari)