Hamparan embun beku atau embun upas menyelimuti Dataran Tinggi Dieng, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026). (ANTARA/HO-UPTD Dieng)
Wisatawan Dieng Diimbau Waspada Suhu Dingin Ekstrem
Whisnu Mardiansyah • 9 July 2026 17:54
Wonosobo: BMKG mengingatkan wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, pada Juli hingga September agar mewaspadai penurunan suhu ekstrem yang memicu fenomena embun upas atau embun beku.
"Kami imbau wisatawan yang akan berkunjung selama periode Juni sampai September untuk menyiapkan pakaian yang disesuaikan dengan kondisi setempat, seperti jaket tebal, sarung tangan, dan kaus kaki," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Semarang, Yoga Sambodo, di Semarang, seperti dilansir Antara, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurutnya, suhu di Dieng pada periode tersebut berpotensi turun hingga di bawah nol derajat celsius. Fenomena lapisan es tipis yang menutupi permukaan rumput dan tanaman itu akrab disebut embun upas oleh masyarakat setempat.
Secara klimatologis, tekanan udara di Benua Australia pada Juni–September lebih tinggi dibanding Asia. Hal ini menyebabkan angin monsun Australia bertiup melintasi Indonesia, yang menjadi penanda masuknya musim kemarau.
Pada musim kemarau, tutupan awan sangat minim. Akibatnya, radiasi matahari di siang hari terasa maksimum dan suhu udara meningkat drastis. Tak ada penghalang di langit yang mampu meredam sinar matahari.
.jpg)
Fenomena bedinding dan embun es mulai terlihat di Dataran Tinggi Dieng. (MI)
"Berdasarkan data penjualan tiket, jumlah wisatawan ke Dieng sepanjang 2026 menunjukkan tren meningkat, yakni Januari sebanyak 69.225 orang, Februari 32.982 orang, Maret 87.031 orang, April 68.799 orang, Mei 89.793 orang, dan Juni 131.970 orang. S
"Sama seperti pada siang hari, radiasi yang dipancarkan balik oleh permukaan bumi pada malam hari juga optimum karena langit bebas dari tutupan awan," jelas Yoga.
Di sisi lain, kelembapan udara di wilayah pegunungan dan dataran tinggi tetap tinggi, menandakan kandungan uap air di udara cukup besar. Kondisi inilah yang memicu terbentuknya embun beku saat suhu turun drastis pada malam hari. BMKG memprakirakan fenomena embun upas mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.