Resmikan 5 Bendungan, Menteri PU: Perkuat Ketahanan Pangan hingga Energi

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Foto: Tangkapan layar siaran YouTube.

Resmikan 5 Bendungan, Menteri PU: Perkuat Ketahanan Pangan hingga Energi

Husen Miftahudin • 10 July 2026 14:49

Lombok Barat: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan pembangunan lima bendungan yang diresmikan secara serentak menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Dody, bendungan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penampung air, tetapi harus memberikan manfaat nyata melalui dukungan jaringan irigasi, operasi dan pemeliharaan yang berkelanjutan, serta sinergi pemerintah pusat dan daerah.

"Di bawah kepemimpinan Bapak, kesinambungan ini terus kami jaga agar bendungan tidak hanya berdiri, tetapi berfungsi maksimal untuk mendukung swasembada pangan dan memberikan air bersih bagi masyarakat," ungkap Dody dalam peresmian tersebut yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 10 Juli 2026.

"Lima bendungan ini hadir sebagai sumber air yang andal, didukung jaringan irigasi, saluran yang berfungsi dengan baik, operasi dan pemeliharaan yang berkelanjutan, serta sinergi pemerintah pusat dan daerah," jelas Dody menambahkan.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Kementerian PU memastikan perencanaan, pendanaan, dan pelaksanaan pembangunan irigasi dilakukan secara terkoordinasi agar kebutuhan air petani dapat terpenuhi pada musim tanam.

"Bagi kami di Kementerian PU, arahan itu kami jalankan dengan memastikan kebutuhan yang tepat, pendanaan yang tertata, dan pelaksanaannya tidak tumpang tindih. Sebab, bagi petani yang paling menentukan adalah kepastian air datang ke lahan mereka saat musim tanam atau ketika dibutuhkan," papar dia.

Adapun, kelima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah; Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat; Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali; Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh; serta Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh.

Menurutnya, pembangunan lima bendungan tersebut tidak sekadar menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat fondasi kedaulatan bangsa. "Pembangunan bendungan ini bukan sekadar menghasilkan infrastruktur, tetapi membangun fondasi kedaulatan bangsa dan negara," tegas Dody.
 

 

Dorong kemandirian bangsa


Dalam mendukung ketahanan pangan, lima bendungan tersebut akan melayani jaringan irigasi sepanjang sekitar 280 kilometer yang mengairi sekitar 42 ribu hektare lahan pertanian. Dengan dukungan Kementerian Pertanian, infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan produksi padi hingga sekitar 720 ribu ton per tahun.

"Melalui lima bendungan ini, Bapak telah mendorong kemandirian bangsa dan mendukung Asta Cita, khususnya terkait ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air," ujar Dody, Jumat, 10 Juli 2026.

Selain mendukung sektor pertanian, lima bendungan tersebut memiliki total kapasitas tampung sekitar 371 juta meter kubik. Infrastruktur itu juga mampu menyediakan pasokan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik serta memberikan perlindungan terhadap sekitar 932 hektare kawasan yang berpotensi terdampak banjir.

Di sektor energi, lima bendungan tersebut memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 9,6 megawatt (MW) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung hingga 346 MW.


(Ilustrasi bendungan. Foto: Brantas Abipraya)
 

Tingkatkan produktivitas pertanian


Secara khusus, Dody menjelaskan Bendungan Meninting memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di Lombok Barat. Bendungan dengan kapasitas tampung sekitar 10 juta meter kubik itu mampu mengairi sekitar 1.600 hektare sawah melalui jaringan irigasi sepanjang sekitar 26 kilometer.

Keberadaan bendungan tersebut juga dinilai mengurangi potensi konflik antarpetani yang selama ini terjadi akibat keterbatasan pasokan air saat musim tanam.

"Sebelum ada bendungan, hanya ada satu musim panen. Hari ini sudah bisa menjadi tiga kali musim panen. Produktivitas juga meningkat menjadi sekitar 6,3 ton per hektare," jelas Dody.

Selain mendukung pertanian, Bendungan Meninting juga menyediakan air baku sekitar 0,15 meter kubik per detik yang dapat meningkatkan layanan air minum bagi sekitar 100 ribu jiwa.

Keberadaan bendungan turut mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Gunungsari, Lingsar, Batulayar, Ampenan, sebagian Kabupaten Lombok Barat, dan Kota Mataram.

Dody menambahkan bendungan tersebut juga memiliki potensi pengembangan energi baru terbarukan melalui PLTA dan PLTS terapung, serta mendukung sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

(Husen Miftahudin)