Komandan IRGC Sindir Netanyahu, Sebut Serangan Iran Picu Ketakutan di Israel

Komandan Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Mousavi. Foto: Press TV

Komandan IRGC Sindir Netanyahu, Sebut Serangan Iran Picu Ketakutan di Israel

Fajar Nugraha • 2 April 2026 14:45

Teheran: Komandan Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Mousavi, menyindir Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait dampak serangan Iran.

Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan berbahasa Ibrani di platform X pada Rabu, 1 April 2026. Mousavi menyebut serangan Iran telah menimbulkan ketakutan di kalangan warga Israel, terutama saat perayaan Passover.

“Sirene yang terus berbunyi dan guncangan di dalam bunker sempit dan gelap menjadi hadiah liburan Netanyahu bagi warga Zionis,” ujarnya, dikutip dari media Press TV, Rabu, 1 April 2026.

Konflik memanas sejak 28 Februari ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Iran kemudian membalas melalui operasi militer bertajuk “Operation True Promise 4” yang menyasar target strategis.

Dalam perkembangan terbaru, IRGC melancarkan gelombang ke-89 serangan dengan lebih dari 100 rudal berat, drone, dan 200 roket. Serangan tersebut menargetkan posisi Amerika Serikat dan Israel di berbagai wilayah, termasuk kawasan Asia Barat.

Menurut pernyataan resmi IRGC, serangan diarahkan ke target militer di kota seperti Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak. Sumber lokal melaporkan adanya korban di pihak Israel akibat serangan tersebut.

Operasi ini disebut sebagai salah satu serangan terbesar dalam rangkaian balasan Iran. IRGC menegaskan akan terus melanjutkan serangan hingga pihak lawan mengalami kekalahan total.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)