Awan Cumulonimbus Tersebar di Seluruh Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya

Ilustrasi Pexels

Awan Cumulonimbus Tersebar di Seluruh Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya

Muhamad Marup • 6 April 2026 20:38

Jakarta:  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau adanya potensi awan Cumulonimbus yang bertumbuh sehingga bisa memicu hujan lebat, dan petir pada periode 7 hingga 13 April 2026. 

Munculnya awan ini identik dengan terjadinya cuaca ekstrem. Hujan lebat terjadi dalam waktu singkat sampai adanya badai guntur yang disertai angin kencang, menjadi ciri khas dari dampak cuaca yang ditimbulkan oleh jenis awan ini.

Prediksi Pertumbuhan Awan Cumulonimbus di Wilayah Indonesia

Melalui laman resminya, BMKG merilis beberapa wilayah sesuai dengan prediksi pertumbuhan awan cumulonimbus untuk sepekan ke depan. Pertumbuhan awan ini terbagi menjadi dua yaitu Frequent dengan persentase lebih dari 75% (potensi cuaca ekstrem luas) dan Occasional dengan persentase 50-75% (potensi cukup luas).

FQR/ Frequent (>75%)

Frequent atau frekuensi dalam Bahasa Indonesia, mengartikan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini sering terjadi sehingga dikategorikan menjadi kejadian yang dominan. Wilayah yang memiliki persentase ini adalah Banten, Laut Arafuru bagian tengah serta timur, Papua, Papua Selatan, dan Samudera Hindia barat Bengkulu.

OCNL/ Occasional (50-75%)

Awan Cumulonimbus pada jenis ini memiliki persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75% sehingga potensi pertumbuhan awan terjadi secara tidak terus-menerus. Wilayah-wilayah yang diprediksi memiliki persentase ini yaitu

  • Aceh
  • Bali
  • Banten
  • DI Yogyakarta
  • Gorontalo
  • Jambi
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Utara
  • Kalimantan Selatan
  • Kep. Bangka Belitung
  • Lampung
  • Laut Bali
  • Laut Arafuru Utara
  • Laut Arafuru Barat
  • Laut Arafuru Tengah 
  • Laut Arafuru Timur
  • Papua
  • Papua Barat
  • Papua Barat Daya
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan
  • Papua Tengah
  • Riau
  • Samudera Hindia barat Bengkulu
  • Samudra Hindia barat Kep. Mentawai
  • Samudra Hindia barat Kep. Nia
  • Samudra Hindia barat Lampung
  • Samudra Hindia selatan Bali
  • Samudra Hindia selatan Banten
  • Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
  • Samudra Hindia selatan Jawa Barat
  • Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
  • Samudra Hindia selatan Jawa Timur
  • Samudra Hindia selatan NTB
  • Samudra Pasifik utara Papua
  • Selat Karimata bagian selatan
  • Selat Karimata bagian utara
  • Selat Makassar bagian selatan
  • Selat Makassar bagian tengah
  • Selat Makassar bagian utara
  • Selat Malaka bagian utara
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Utara
  • Sumatera Barat
  • Sumatera Selatan
  • Sumatera Utara
  • Teluk Bone

Sebagai informasi masa pertumbuhan awan Cumulonimbus 6 April - 12 April 2026), Dengan ini, masyarakat setempat tetap waspada dan bersiaga untuk menghadapi cuaca yang akan datang.

 

(Eunike Michelle Gultom)

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)