Arahan Prabowo Subianto dan Eksekusi Bahlil Jaga Harga BBM Tetap Stabil

Ilustrasi. Foto: dok Istimewa.

Arahan Prabowo Subianto dan Eksekusi Bahlil Jaga Harga BBM Tetap Stabil

Siti Yona Hukmana • 1 April 2026 16:14

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menginstruksi untuk menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil. Instruksi itu dieksekusi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. 

Keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM bersubsidi di tengah tekanan global terhadap harga energi mendapat apresiasi. Kebijakan Presiden Prabowo Subianto tersebut dinilai menunjukkan keberpihakan yang kuat terhadap masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

“Keputusan pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi menunjukkan bahwa Presiden Prabowo sangat serius melihat dampak yang diakibatkan oleh kenaikan harga BBM bersubsidi,” kata Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi dalam keterangannya, Rabu, 1 April 2026.

Ia menilai langkah tersebut sebagai kebijakan yang berani, sekaligus sensitif terhadap daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik yang mempengaruhi harga minyak dunia.

Lebih lanjut, Abdul Rahman menyoroti peran Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang dinilai berhasil mengeksekusi arahan Presiden sehingga stabilitas harga BBM dapat terjaga. Abdul Rahman menjelaskan secara faktual, Kementerian ESDM diapresiasi masyarakat karena kondisi stok energi nasional berada dalam level aman menjelang dan pasca Lebaran 2026. 

Misalnya, cadangan BBM jenis bensin (RON 90) yang berada di atas batas minimum ketahanan energi nasional. Selain itu, pemerintah melakukan langkah antisipatif dengan memperkuat pasokan dan diversifikasi sumber energi, termasuk tambahan suplai LPG dari berbagai negara untuk menghindari gangguan distribusi global. 

"Padahal harga minyak dunia mengalami tekanan akibat konflik geopolitik global, termasuk gangguan di Selat Hormuz," ujar Abdul. 

Abdul Rahman menilai kombinasi antara kesiapan stok, penguatan distribusi, dan pengendalian kebijakan harga menjadi faktor utama yang memungkinkan pemerintah menjaga stabilitas BBM.

“Ini menunjukkan Menteri ESDM berhasil memastikan pasokan dalam kondisi aman, distribusi berjalan baik, dan cadangan energi berada di atas standar minimum. Dengan kondisi itu, pemerintah punya ruang untuk menjaga harga tetap stabil,” ungkap Abdul.

Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi. Foto: Dok. Istimewa.

Selain itu, ia mendukung kebijakan pembatasan pembelian BBM bersubsidi maksimal 50 liter per hari. Menurutnya, kebijakan ini sudah tepat dan tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat.

Dengan asumsi konsumsi kendaraan sekitar 12 kilometer per liter, penggunaan 50 liter BBM dapat menempuh jarak hingga sekitar 600 kilometer.

“Artinya dengan bahan bakar 50 liter, masyarakat sudah bisa beraktivitas misal dari rumah ke kebun lalu ke pasar sampai pada jarak 600 kilometer. Jadi saya kira itu sudah cukup. Tidak akan ada aktivitas warga yang terganggu,” ujar Abdul.

Abdul menegaskan kebijakan tidak menaikkan harga BBM di satu sisi dan pembatasan yang terukur di sisi lain merupakan langkah seimbang antara menjaga daya beli masyarakat dan memastikan subsidi tepat sasaran.

“Ini adalah bukti arahan Presiden tepat dan dieksekusi dengan baik oleh Menteri ESDM. Kebijakan ini bukan hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat,” ujar Abdul.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)