Ilustrasi. Foto: Freepik.
Emas Tetap Bullish, Ini Proyeksi Buat Pekan Depan
Eko Nordiansyah • 10 January 2026 10:50
Jakarta: Harga emas (XAUUSD) dunia kembali menjadi sorotan pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya arus safe-haven di tengah ketegangan geopolitik global yang belum mereda. Emas spot tetap diperdagangkan pada level tinggi dan bertahan di atas area teknikal penting, mencerminkan sikap risk-off yang masih kuat di kalangan pelaku pasar.
Menurut analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, kombinasi sentimen geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat terus menjaga bias bullish emas, khususnya untuk horizon jangka menengah.
"Meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk situasi di Venezuela serta konflik global yang masih berlangsung, mendorong investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 9 Januari 2026.
Dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi, emas secara historis menjadi pilihan utama karena dinilai mampu menjaga nilai portofolio. Safe-haven flows yang terus mengalir ini menjadi faktor utama yang mengangkat harga emas ke level yang relatif tinggi dan menopang pergerakan positifnya dalam beberapa sesi terakhir.
Dari sisi kebijakan moneter, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada 2026 masih menjadi katalis penting bagi pergerakan emas. Suku bunga yang lebih rendah cenderung menekan imbal hasil riil obligasi AS serta melemahkan dolar AS, dua faktor yang secara langsung mendukung kenaikan harga emas.
Andy menjelaskan, selama pasar masih memegang ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter, minat terhadap emas akan tetap terjaga. Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa data ekonomi AS yang terlalu kuat berpotensi menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga dan dapat memicu tekanan korektif pada harga emas.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Kenaikan permintaan emas
Selain faktor geopolitik dan kebijakan The Fed, permintaan emas dari bank sentral global dan peningkatan alokasi portofolio ke aset emas turut memberikan dukungan struktural terhadap harga.
Banyak bank sentral dilaporkan terus menambah cadangan emas mereka sebagai upaya diversifikasi dan perlindungan terhadap risiko global. Permintaan jangka menengah ini memperkuat fondasi harga emas dan membatasi potensi penurunan yang terlalu dalam selama sentimen global tetap rapuh.
Secara teknikal, Andy menyoroti bahwa harga emas masih bergerak di atas level-level kunci, menandakan bahwa struktur tren bullish belum rusak. Jika tekanan bullish mampu dipertahankan dan tidak ada sentimen negatif besar yang muncul, emas berpotensi melanjutkan penguatannya dan menguji area di sekitar level USD4.600 pada pekan depan.
"Proyeksi ini sejalan dengan kondisi pasar yang masih didominasi sentimen penghindaran risiko dan ekspektasi suku bunga yang lebih longgar," ujar dia.
Meski demikian, Andy juga menggarisbawahi adanya skenario alternatif yang perlu diwaspadai oleh pelaku pasar. Apabila harga emas mengalami pembalikan arah dan menembus titik kunci di area USD4.139, maka potensi tekanan jual dapat meningkat dan membuka ruang penurunan lanjutan menuju area sekitar USD4.025.
"Oleh karena itu, kami menyarankan investor dan trader untuk tetap disiplin dalam manajemen risiko serta mencermati perkembangan data ekonomi AS dan dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi arah harga emas ke depan," ungkapnya.