Prabowo Janji Buka Kampus Kedokteran dan Teknik Gratis untuk Rakyat

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. Antara.

Prabowo Janji Buka Kampus Kedokteran dan Teknik Gratis untuk Rakyat

Kautsar Widya Prabowo • 12 January 2026 14:12

Banjarbaru: Presiden Prabowo Subianto berjanji membuka universitas pendidikan kedokteran dan teknik yang dibiayai oleh negara. Presiden pastikan akan merealisasikan dalam waktu dekat.

"Dalam waktu dekat kita akan buka kampus-kampus kedokteran, dan di kampus kedokteran ini dan rencana saya kampus-kampus kedokteran, teknik, dan sebagainya nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara,” kata Prabowo dalam peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimatan Selatan, Senin, 12 Desember 2025.
 


Ia mengatakan pendidikan merupakan salah satu sarana dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Ia bercita-cita agar seluruh anak Indonesia, tanpa melihat latar belakang sosial dan ekonomi, bisa bermimpi tinggi dan mewujudkannya.

Prabowo juga menyampaikan Indonesia kekurangan dokter dan dokter gigi di Indonesia. Pasalnya, masyarakat sangat membutuhkan kehadiran mereka.

“Tapi pendidikan butuh uang, uang kita kalau dicuri, dikorupsi kurang untuk bangun semua sekolah yang ingin kita bangun, semua kampus yang ingin kita bangun,” kata Presiden.

Selain membangun universitas. Salah satu program pemerintahan Prabowo dalam mengentaskan kemiskinan ialah lewat Sekolah Rakyat.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis memutus rantai kemiskinan antar generasi. Program ini merupakan inisiatif pemerintah bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 DTSEN.

Pada 2025, sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi. Tersebar di Sumatra 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi.

Sekolah Rakyat Rintisan saat ini menampung 14.846 siswa dan didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)