Revitalisasi Sekolah Tak Boleh Berhenti pada Pembangunan Fisik

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Foto: Dok Metrotvnews.com

Revitalisasi Sekolah Tak Boleh Berhenti pada Pembangunan Fisik

Arga Sumantri • 5 January 2026 16:38

Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) mengungkapkan revitalisasi sekolah di Indonesia tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik. Melainkan, harus didorong pada pemanfaatan yang optimal dan keberlanjutan prasarana tersebut. 

"Sejumlah tantangan dalam upaya revitalisasi sekolah seperti kualitas revitalisasi, aspek pemeliharaan, hingga pemanfaatan prasarana yang tidak optimal, harus menjadi perhatian serius untuk segera diatasi," kata Rerie dalam keterangan tertulisnya, Senin, 5 Januari 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, mengungkapkan pemerintah menyiapkan alokasi APBN guna melanjutkan revitalisasi terhadap sekitar 11.744 satuan pendidikan pada 2026.

Selain itu, ditargetkan penambahan minimal 60 ribu satuan pendidikan penerima revitalisasi. Sehingga, pada 2026 sedikitnya 71 ribu satuan pendidikan memperoleh dukungan program tersebut. 

Menurut Rerie, perencanaan yang matang sangat diperlukan dalam proses revitalisasi dan pembangunan prasarana pendidikan di Tanah Air. Rerie berpendapat revitalisasi fisik sekolah harus diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. 

Anggota Komisi X DPR itu mendorong agar upaya revitalisasi disertai dengan langkah perencanaan pemeliharaan yang matang. Hal ini untuk memastikan keberlanjutan manfaat dari prasarana pendidikan tersebut. 

Ia mengungkapkan para pemangku kepentingan dan masyarakat di daerah harus mampu mewujudkan tata kelola yang tepat dalam pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.

"Demi mewujudkan proses pendidikan yang berkelanjutan untuk melahirkan generasi penerus yang berdaya saing di masa depan," ungkap Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)