Perusahaan Love Scamming di Yogyakarta Punya Cabang di Lampung

Polresta Yogyakarta menunjuklan barang bukti kasus love scamming yang dilakukan PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Perusahaan Love Scamming di Yogyakarta Punya Cabang di Lampung

Ahmad Mustaqim • 7 January 2026 15:14

Yogyakarta: PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah beroperasi sekitar satu tahun sebelum digerebek polisi pada Senin, 5 Januari 2026. Perusahaan tersebut bahkan memiliki cabang di Lampung.

"Kami lagi komunikasi dengan Polda Lampung untuk melakukan penindakan hal yang sama di sana," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Yogyakarta Komisaris Riski Adrian di Polresta Yogyakarta, Rabu, 6 Januari 2026. 

Riski mengatakan kasus love scamming yang dilakukan PT Altair Trans Service melibatkan banyak pihak. Jumlah pekerja di perusahaan tersebut bahkan mencapai ratusan orang. 
 


"Untuk pegawainya total 160 hingga 200 orang," ujar Riski.

Ia menjelaskan, aplikasi yang dijalankan para pekerja perusahaan itu berasal dari Tiongkok. Aplikasi tersebut kemudian dikloning dan dioperasikan untuk menargetkan pengguna dari negara-negara asing, termasuk Amerika, Australia, Inggris, dan Kanada.

"Kita juga akan koordinasi sama Interpol untuk pengejaran yang bersangkutan. Kami sudah kantongi (identitasnya). Untuk peluang orangnya tadi memang sampai saat ini kita masih mendalami perannya masing-masing," ujar dia. 


Polresta Yogyakarta menunjuklan barang bukti kasus love scamming yang dilakukan PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim


Selain enam orang yang telah ditetapkan tersangka, puluhan orang yang beberapa waktu lalu ditangkap masih berstatus saksi. Polisi masih mendalami kasus itu, termasuk korban-korbannya. 

"Untuk korban, informasi dari kesaksian tidak ada warga lokal karena sejak recruitment persyaratannya, salah satunya bisa berbahasa asing. Namun kami masih terus mendalami kasus ini," ucap mantan Kasat Reskrim Polresta Sleman ini. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)