Negara Middle Power Didorong Lebih Mandiri di Kancah Global Tanpa Tergantung ke AS

Jonathan Miller menilai negara middle power harus lebih mandiri dan proaktif dalam menghadapi krisis global. (Metrotvnews.com / Keysa Qanita)

Negara Middle Power Didorong Lebih Mandiri di Kancah Global Tanpa Tergantung ke AS

Willy Haryono • 14 April 2026 18:00

Jakarta: Negara-negara kekuatan menengah (middle powers) didorong untuk mengambil peran lebih besar dan mandiri dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Pandangan tersebut disampaikan Co-Founder Pendulum Geopolitical Advisory, Jonathan Berkshire Miller, dalam Middle Powers Conference 2026 yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Miller menyoroti meningkatnya frustrasi terhadap institusi internasional yang dinilai tidak lagi cukup efektif dalam merespons krisis global. Ia menegaskan bahwa ketidakpastian tatanan dunia saat ini bukan semata disebabkan oleh satu negara, melainkan merupakan persoalan sistemik yang telah berkembang lama.

Dalam konteks tersebut, negara-negara kekuatan menengah diminta untuk tidak lagi bergantung pada Amerika Serikat (AS) dalam menyelesaikan persoalan internasional.

Menurutnya, diperlukan rasa kepemilikan dan kemandirian yang lebih besar dari negara-negara tersebut untuk menjaga stabilitas global.

Miller mendorong peningkatan keterlibatan yang lebih proaktif, baik melalui jalur diplomasi, kerja sama pertahanan, maupun peran sektor swasta.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama antar middle power sebaiknya difokuskan pada isu-isu teknis yang konkret dan berdampak langsung, seperti keamanan energi, pengelolaan mineral kritis, serta penguatan sektor pertahanan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pendekatan tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau ASEAN.

Sebaliknya, kolaborasi ini justru dipandang sebagai cara untuk memperkuat dan mempertahankan tatanan internasional yang berbasis aturan di tengah tekanan global.

Miller menyimpulkan bahwa situasi saat ini menjadi momentum bagi negara-negara kekuatan menengah untuk membangun kerja sama kolektif yang lebih solid.

“Ada kebutuhan untuk menemukan cara baru untuk membentuk dan mempertahankan tatanan global,” ujarnya. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Negara Kekuatan Menengah Dinilai Penting dalam Meredam Gejolak Dunia

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)