Kerusakan akibat serangan Israel di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)
Rekonstruksi Gaza Diperkirakan Butuh Lebih dari Rp1.216 Triliun
Muhammad Reyhansyah • 21 April 2026 15:24
New York: Lebih dari USD71 miliar atau sekitar Rp1.216 triliun dibutuhkan dalam satu dekade ke depan untuk memulihkan dan membangun kembali Jalur Gaza yang hancur akibat perang, menurut penilaian bersama Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis pada Senin, 20 April 2026.
Dalam laporan akhir Gaza Rapid Damage and Needs Assessment (RDNA), PBB dan UE menyatakan bahwa lebih dari dua tahun konflik di wilayah Palestina tersebut telah menyebabkan kehilangan nyawa dalam skala belum pernah terjadi sebelumnya serta krisis kemanusiaan yang sangat parah.
Penilaian yang disusun bersama Bank Dunia itu memperkirakan kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi mencapai sekitar USD71,4 miliar.
Dari total tersebut, sekitar USD26,3 miliar dibutuhkan dalam 18 bulan pertama untuk memulihkan layanan dasar, membangun kembali infrastruktur penting, serta mendukung pemulihan ekonomi.
Kerusakan fisik terhadap infrastruktur diperkirakan mencapai USD35,2 miliar, sementara kerugian ekonomi dan sosial mencapai USD22,7 miliar.
Gencatan Senjata Gaza
Gaza saat ini berada di bawah gencatan senjata rapuh yang disepakati pada Oktober lalu, setelah konflik selama dua tahun yang dipicu serangan mendadak oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas.Konflik tersebut memicu kehancuran luas di wilayah Gaza, dengan sekitar 90 persen infrastruktur terdampak.
Menurut laporan tersebut, sekitar 371.888 unit rumah hancur atau rusak, lebih dari setengah rumah sakit tidak lagi berfungsi, dan hampir seluruh sekolah mengalami kerusakan.
Sebanyak 1,9 juta orang—hampir seluruh populasi Gaza—terpaksa mengungsi, sering kali lebih dari sekali. Lebih dari 60 persen penduduk kehilangan tempat tinggal.
Perekonomian Gaza juga mengalami kontraksi tajam hingga 84 persen.
Laporan tersebut menambahkan bahwa skala kerusakan terhadap kondisi hidup, mata pencaharian, ketahanan pangan, kesetaraan gender, serta inklusi sosial telah membuat pembangunan manusia di Gaza mundur hingga 77 tahun.
Baca juga: Trump Umumkan Komitmen Global Rekonstruksi Gaza di KTT Perdana BoP