Ilustrasi - Petugas bersiap menyuntikkan vaksin. Foto: ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko.
Pemkab Agam Tekan Penyebaran Campak Melalui Imunisasi Tambahan
Silvana Febiari • 19 April 2026 17:20
Agam: Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat melakukan imunisasi tambahan atau Outbreak Response Immunization (ORI) secara massal di daerah yang mengalami wabah atau memiliki cakupan imunisasi rendah guna menekan penyebaran penyakit campak. Langkah ini telah dilakukan di sejumlah wilayah.
"Daerah ini yang mengalami wabah atau memiliki cakupan imunisasi rendah," kata Kepala Dinas Kesehatan Agam Hendri Rusdian, dilansir dari Antara, Minggu, 19 April 2026.
Dia menyebutkan, wilayah dimaksud antara lain di Kecamatan Palembayan, Kecamatan Lubuk Basung, Kecamatan Sungai Pua, Kecamatan Ampek Angkek, Kecamatan Ampek Koto, Kecamatan Matur, Kecamatan Tanjung Raya, dan Kecamatan Kamang Magek.
Dinas Kesehatan Agam juga melakukan imunisasi rutin campak kepada bayi berusia sembilan bulan di puskesmas dan posyandu. Lalu, melakukan kampanye imunisasi dengan cara melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi campak.
Pihaknya juga melakukan deteksi dini memantau kasus, melaporkan, dan menyelidiki setiap kasus campak yang dicurigai secara cepat. "Kita melakukan survei untuk mendeteksi dini kasus campak," ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Agam juga melakukan investigasi wabah. Caranya dengan menelusuri sumber penularan dan mengidentifikasi kelompok rentan saat terjadi wabah.
Penanganan kasus dilakukan dengan mengisolasi dan merawat penderita, atau menganjurkan isolasi guna mencegah penularan. Diberikan pula perawatan suportif, seperti pemberian vitamin A dan obat penurun demam.

Kepala Dinas Kesehatan Agam Hendri Rusdian. ANTARA/Yusrizal.
Selain itu, memberikan edukasi dan sosialisasi dengan cara melakukan kampanye guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit campak. Masyarakat juga diberikan informasi mengenai gejala, cara penularan, dan pentingnya imunisasi.
"Respons cepat terhadap wabah dilakukan dengan membentuk tim gerak cepat. Berbagai upaya lain juga sudah dilakukan guna menangani dan menekan penyebaran penyakit campak," ungkapnya.
Sejak Januari hingga 18 April 2026 jumlah positif campak tercatat sebanyak 59 kasus dan tahun sebelumnya 48 kasus. Pihaknya berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan kasus campak akan terus berkurang.