Pesawat jet tempur milik Angkatan Udara Amerika Serikat. (Anadolu Agency)
Ketegangan dengan Iran Meningkat, Pesawat Militer AS Tiba di Bandara Israel
Willy Haryono • 24 February 2026 10:43
Tel Aviv: Sejumlah pesawat pengisi bahan bakar udara milik militer Amerika Serikat (AS) mendarat di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, Israel pada Senin kemarin.
Kedatangan armada ini terjadi di tengah peningkatan persiapan militer dan upaya diplomatik menjelang perundingan nuklir antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung Kamis mendatang.
Laporan media lokal menunjukkan gambar pesawat militer AS sesaat setelah mendarat di bandara internasional utama Israel tersebut. Pengerahan ini dilakukan menyusul penempatan kekuatan militer AS yang masif di kawasan Teluk Persia serta rangkaian latihan militer oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dalam beberapa hari terakhir.
Kehadiran pesawat pengisi bahan bakar udara di Israel memberikan sinyal kuat mengenai kemampuan Washington untuk memproyeksikan kekuatan udara di seluruh kawasan jika jalur diplomasi mengalami kegagalan. Armada ini berfungsi untuk memperluas jarak jangkau dan daya tahan pesawat tempur dalam potensi operasi militer apa pun.
Langkah ini selaras dengan posisi pasukan AS secara lebih luas, termasuk penempatan aset angkatan laut dan jet tempur tambahan ke Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Israel dilaporkan terus berkonsultasi intensif dengan AS mengenai berbagai rencana kontinjensi terkait Iran.
Kabinet Keamanan Israel juga telah bertemu untuk menilai risiko perang, di tengah laporan bahwa Israel akan mendapatkan lampu hijau dari AS untuk segera membalas jika diserang.
Pertemuan di Jenewa, Swiss, yang dijadwalkan pada hari Kamis mendatang dipandang sebagai momen krusial dalam kebuntuan nuklir saat ini. Presiden Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan akan mengambil tindakan militer terhadap Iran jika kesepakatan nuklir tidak tercapai dalam kurun waktu 10 hingga 15 hari.
Meskipun pejabat Iran menggambarkan atmosfer perundingan menjadi lebih konstruktif, Wakil Presiden AS, JD Vance, mencatat bahwa Teheran masih belum bersedia memenuhi poin-poin utama yang menjadi batasan tegas bagi Amerika Serikat.
Konvergensi antara persiapan militer dan tenggat waktu diplomatik ini menunjukkan tingginya risiko keamanan di kawasan, di mana Washington menunjukkan kesiapan untuk menghadapi skema perjanjian maupun konfrontasi militer. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Trump Siapkan Opsi Serang Iran Jika Perundingan Gagal