Buntut Kecelakaan, Pramono Perintahkan TransJakarta Beri Sanksi ke Operator

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews.com/Adinda Vinka.

Buntut Kecelakaan, Pramono Perintahkan TransJakarta Beri Sanksi ke Operator

Mohamad Farhan Zhuhri • 24 February 2026 14:46

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak hanya akan memberikan sanksi kepada pramudi dalam insiden kecelakaan bus TransJakarta di kawasan Cipulir. Pramono menegaskan pihak operator juga harus menerima konsekuensi hukum dan administratif karena dinilai lalai dalam melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap personelnya.

“Yang paling penting kami sudah memerintahkan kepada TransJakarta, operatornya juga harus diberikan sanksi, ditegur untuk itu. Bukan hanya yang disanksi adalah sopirnya, karena operator juga yang membina itu harus bertanggung jawab. Jadi itu yang kami lakukan,” ujar Pramono di Balai Kota, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 24 Februari 2026.
 



Pramono menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian, kecelakaan di koridor 13 menuju JORR tersebut murni disebabkan oleh faktor manusia atau human error. Pramudi bus, yang diketahui bernama Yayan, mengalami microsleep atau tertidur sesaat akibat kelelahan luar biasa saat mengemudikan armada.

“Yang pertama berkaitan dengan kejadian tabrakan yang kemarin di Cipulir ke arah JORR itu, memang betul-betul karena Pak Yayan ketiduran. Saking mengantuknya. Polisi juga sudah menyampaikan istilahnya microsleep. Nah, itu terjadi pada sopirnya,” ungkap Pramono.

Kehilangan konsentrasi sesaat tersebut mengakibatkan bus melintasi jalur dan memicu tabrakan. Meski merupakan kesalahan individu, Pramono menekankan bahwa manajemen TransJakarta harus melakukan evaluasi total terhadap sistem kerja yang ada.


Tangkapan layar video yang memperlihatkan dampak kecelakaan yang melibatkan armada bus TransJakarta di Koridor 13 (Puri Beta-Petukangan) di ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan. Foto: ANTARA/Instagram/@info_ciledug.

Pramono meminta adanya pembenahan serius pada sistem rotasi kerja, pemenuhan jam istirahat, hingga pengawasan rutin terhadap kondisi kesehatan para pramudi. Hal ini bertujuan agar aspek keselamatan transportasi publik di Jakarta tetap terjaga dan insiden serupa tidak kembali terulang di masa depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)