HGII Bantu PLN Pecut Transisi Energi Lewat Pengembangan Pembangkit EBT

Ilustrasi pembangkit listrik EBT. Foto: e2consulting.co.id

HGII Bantu PLN Pecut Transisi Energi Lewat Pengembangan Pembangkit EBT

Husen Miftahudin • 15 January 2026 21:57

Jakarta: Perusahaan pembangunan dan pengelolaan pembangkit listrik bersih, PT Hero Global Investment Tbk (HGII) menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintah dan PT PLN (Persero) dalam mempercepat transisi energi, mengingat peluang pengembangan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) ke depan dinilai masih terbuka luas.
 
HGII menyatakan optimisme dalam menyambut lelang proyek EBT oleh PLN pada 2026, seiring dengan semakin terbukanya peluang pengembangan pembangkit listrik berbasis energi bersih di Indonesia sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
 
Optimisme tersebut didukung oleh pipeline proyek perseroan yang dikembangkan secara selektif dan berkelanjutan, dengan fokus pada pembangkit listrik tenaga air yang memiliki karakteristik base load serta mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional.
 
Manajemen HGII menegaskan perseroan tidak mengejar pertumbuhan kapasitas secara agresif, melainkan mengedepankan kualitas proyek dengan mempertimbangkan kelayakan teknis, profil risiko hidrologi ataupun feedstock, serta kepastian eksekusi dan keberlanjutan operasional jangka panjang.
 
"HGII membangun pipeline proyek secara disiplin dan selektif. Setiap peluang lelang kami evaluasi secara menyeluruh agar sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang dan mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan," kata Direktur Utama HGII Robin Sunyoto dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 15 Januari 2026.
 
"Pada kuartal pertama 2026 ini kami tengah berpartisipasi pada lelang pembangkit listrik tenaga air di Sumatra Utara dan pembangkit listrik tenaga bioenergi di Kalimantan Barat," tambah dia.
 

Baca juga: Perkuat Bioenergi, PLN EPI Gandeng BBSP KEBTKE Kementerian ESDM


(Ilustrasi. Foto: dok Koaksi Indonesia)
 

Gencar libatkan swasta bangun pembangkit listrik EBT

 
Diketahui, PLN ke depan akan terus membuka lelang proyek pembangkit listrik berbasis energi terbarukan dengan total kapasitas yang signifikan, termasuk pembangkit listrik tenaga air, bioenergi dan surya, dengan melibatkan peran swasta sebagai mitra strategis.
 
HGII menilai kebijakan tersebut sejalan dengan posisi pembangkit EBT sebagai sumber energi bersih yang andal yang berkontribusi terhadap stabilitas pasokan listrik. Dengan pengalaman sebagai pengembang dan operator pembangkit EBT, perseroan memiliki pemahaman menyeluruh terhadap siklus proyek, mulai dari pengembangan, konstruksi, hingga operasi pembangkit secara berkelanjutan.
 
Saat ini, HGII mengoperasikan dua pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) dengan total kapasitas terpasang sebesar 19 megawatt (MW) serta memiliki kepemilikan minoritas pada pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) berkapasitas 3 MW. Portofolio ini mencerminkan pengalaman operasional perseroan dalam mengelola pembangkit EBT secara andal dan berkelanjutan.
 
"Keselarasan antara arah kebijakan energi nasional dan fokus bisnis perseroan menjadi dasar optimisme kami. HGII melihat lelang PLN 2026 sebagai bagian dari peluang pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan, bukan semata-mata ekspansi jangka pendek," tambah manajemen.
 
Ke depan, HGII akan terus memperkuat kesiapan internal serta mengevaluasi peluang proyek EBT secara prudent, dengan tetap menjunjung prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)