Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun. (Antara)
Tiongkok Kecam Kesepakatan Dagang AS–Taiwan soal Relokasi Pabrik Semikonduktor
Willy Haryono • 17 January 2026 11:35
Beijing: Pemerintah Tiongkok mengecam kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Taiwan yang mencakup relokasi pabrik semikonduktor dari Taiwan ke AS dengan imbalan penurunan tarif impor.
Kecaman tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Jumat, sehari setelah Washington dan Taipei mengumumkan kesepakatan tersebut.
“Tiongkok dengan tegas menentang negosiasi dan penandatanganan perjanjian apa pun yang memiliki konotasi kedaulatan dan bersifat resmi antara wilayah Taiwan milik Tiongkok dan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Tiongkok,” ujar Guo, dikutip dari Antara, Sabtu, 17 Januari 2026.
Kesepakatan dagang itu mencakup komitmen investasi Taiwan senilai 250 miliar dolar AS di sektor manufaktur semikonduktor dan teknologi di Amerika Serikat. Sebagai imbalannya, tarif impor terhadap produk Taiwan diturunkan dari 20 persen menjadi 15 persen.
Kesepakatan tersebut mengakhiri negosiasi berbulan-bulan terkait industri semikonduktor Taiwan, menyusul permintaan Presiden AS Donald Trump agar produksi cip strategis dipindahkan ke dalam negeri Amerika Serikat.
Selain investasi langsung, Taiwan juga disebut akan menyediakan tambahan jaminan kredit sebesar 250 miliar dolar AS untuk membantu perusahaan kecil dan menengah dalam rantai pasok semikonduktor yang berekspansi di AS.
“Amerika Serikat perlu sungguh-sungguh mematuhi prinsip Satu-Tiongkok dan tiga komunike bersama Tiongkok–AS,” kata Guo, seraya menegaskan bahwa Taiwan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Tiongkok.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, produsen cip Taiwan yang membangun fasilitas produksi di AS akan memperoleh fasilitas impor semikonduktor tanpa tarif tambahan selama periode konstruksi tertentu.
Sebelumnya, TSMC, produsen semikonduktor terbesar di dunia, telah berkomitmen menginvestasikan 100 miliar dolar AS untuk memperluas operasinya di Arizona.
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa kesepakatan dengan Taiwan bertujuan memperkuat rantai pasok dan kapasitas produksi semikonduktor domestik, di tengah persaingan global yang semakin ketat di sektor teknologi strategis.
Baca juga: AS Desak Tiongkok Hentikan Aktivitas Militer di Sekitar Taiwan