BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Selama Nataru

BMKG perkuat kesiapsiagaan menjelang Nataru. Foto: laman BMKG

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Selama Nataru

Arga Sumantri • 22 December 2025 14:39

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda pada sebagian wilayah Indonesia selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Mengutip laman BMKG, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan terdapat sejumlah fenomena atmosfer yang aktif selama periode Nataru. Antara lain Monsun Asia, Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi bibit siklon atau siklon tropis.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, memaparkan pihaknya telah memetakan dinamika cuaca dalam tiga periode. Pertama, periode 15-22 Desember yang berpotensi didominasi hujan lebat. 

Kedua, pada 22-29 Desember hujan akan cenderung menurun. Kemudian, periode 29 Desember-10 Januari 2026 cuaca hujan akan kembali meningkat. 

"Seiring pergeseran puncak musim hujan di Pulau Jawa," ujar Guswanto dikutip dari laman BMKG, Senin, 22 Desember 2025.

Ia juga menyebutkan, periode Desember 2025 hingga Januari 2026 bertepatan dengan puncak musim hujan. Makanya, meningkatkan potensi curah hujan di sejumlah wilayah, terutama Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, dan sebagian besar Kalimantan.

Ilustrasi. Dok Antara.

Pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) juga patut diwaspadai transportasi udara. Sebab, masih menjadi perhatian karena dapat memicu hujan yang intensif. Namun, mitigasi telah berjalan sejak awal melalui penyediaan flight document resmi BMKG.

Pada sektor pelayaran, sebagian wilayah perairan diperkirakan mengalami gelombang setinggi 2,5-4 meter, kemudian area Natuna dapat melebihi 6 meter pada Januari 2026. 

BMKG juga memberikan informasi potensi rob berbasis fase bulan bagi berbagai pesisir di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku. Wilayah yang sudah terdampak rob, seperti Pontianak, juga mendapatkan penguatan informasi untuk mendukung respons daerah.

Penyediaan Posko Pusat Angkutan Nataru

Sebagai langkah nyata dalam mitigasi bencana, BMKG menyediakan Posko Pusat Angkutan Nataru yang akan beroperasi mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Dengan melibatkan berbagai instansi lintas sektor, posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi nasional dalam memantau pergerakan dinamika transportasi serta merespon potensi gangguan selama Nataru. 

BMKG turut mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan memanfaatkan kala informasi resmi BMKG. Dengan dukungan teknologi, mitigasi terpadu, serta koordinasi lintas lembaga, pemerintah memastikan layanan transportasi dan aktivitas masyarakat pada periode Nataru tetap aman dan berjalan lancar. 

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)