Menko Polkam Djamari Chaniago. Foto: Metro TV.
Menko Polkam Tegaskan Evakuasi WNI dari Wilayah Konflik Terus Dilakukan
Anggi Tondi Martaon • 11 March 2026 10:06
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan bahwa negara hadir untuk melindungi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di manapun berada. Termasuk mereka yang berada di wilayah terdampak konflik.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul tibanya gelombang pertama evakuasi WNI dari Iran yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa, 10 Maret 2026. Sebanyak 22 WNI berhasil dipulangkan ke Tanah Air setelah menempuh perjalanan udara melalui jalur transit di Baku, Azerbaijan, sebelum akhirnya tiba di Jakarta.
Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan Republik Indonesia di kawasan terus melakukan pemantauan intensif terhadap situasi keamanan di wilayah tersebut. Pemerintah juga memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terkoordinasi.
Menko Polkam juga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan koordinasi yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri RI beserta seluruh unsur terkait dalam proses evakuasi tersebut. Menurut dia, langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal kepada WNI.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyambut kedatangan WNI yang dievakuasi dari Iran di Bandara Soetta. Foto: Metro TV/Athiyya Nurul Firjatillah.
"Sekaligus memastikan keselamatan warga negara tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika konflik internasional," ujar Djamari melalui keterangan tertulis, Rabu, 11 Maret 2026.
Pemerintah menegaskan bahwa proses pemantauan situasi di kawasan konflik akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tahapan evakuasi lanjutan akan segera dilaksanakan bagi WNI yang masih berada di wilayah terdampak.
Pemerintah juga mengimbau para WNI yang berada di kawasan konflik Timur Tengah untuk terus berkoordinasi dengan perwakilan RI setempat. Koordinasi harus dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran proses repatriasi.