Pesawat jet tempur dari Angkatan Udara Amerika Serikat. (Anadolu Agency)
AS Klaim Hantam 6.000 Target di Iran Sejak Operasi Militer Dimulai
Willy Haryono • 14 March 2026 09:31
Washington: Militer Amerika Serikat mengklaim telah menyerang sekitar 6.000 target di Iran sejak operasi militer dimulai pada akhir Februari.
Serangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari operasi gabungan dengan Israel yang masih berlangsung terhadap Iran hingga saat ini.
Dilansir dari Anadolu Agency, Jumat, 13 Maret 2026, United States Central Command (CENTCOM) menyebutkan bahwa rentetan serangan AS terhadap Iran meliputi puluhan kapal militer di kawasan Teluk.
Dalam lembar fakta yang dirilis, militer AS menyatakan lebih dari 90 kapal Iran telah rusak atau hancur, termasuk lebih dari 30 kapal penebar ranjau.
AS menyebut berbagai sistem persenjataan digunakan dalam operasi terhadap Iran. Sistem yang dikerahkan mencakup pesawat pengebom strategis, pesawat jet tempur, drone, serta sistem pertahanan rudal.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Serangan balasan itu memperluas dampak konflik di kawasan Timur Tengah. (Keysa Qanita)
Baca juga: AS Pertimbangkan Kirim Tambahan Kapal Perang dan Marinir ke Timur Tengah