Rumah warga terdampak banjir di Jember, Kamis malam, 12 Februari 2026. ANTARA/Hamka Agung
17 Desa di Jember Diterjang Banjir
Silvana Febiari • 13 February 2026 15:19
Jember: Banjir menerjang 17 desa di delapan kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Banjir tersebut disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam pada Kamis sore, 12 Februari 2026, hingga Jumat dini hari, 13 Februari 2026.
"Banjir melanda delapan kecamatan dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK)," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edi Budi Susilo, dilansir dari Antara.
Menurut dia, hujan deras yang terjadi selama beberapa jam menyebabkan debit air di sejumlah sungai di beberapa kecamatan meningkat. Sungai-sungai yang terdampak antara lain Sungai Dinoyo, Sungai Kaliputih, Sungai Kaliklepuh, Kalijompo, Sungai Rembangan, Sungai Bedadung, Sungai Karangbayat, dan Sungai Gondangdia.
"Pada Kamis malam pukul 19.00 WIB air meluap ke permukiman warga dengan ketinggian 30 sentimeter hingga dua meter, kemudian menggenangi akses jalan, merobohkan jembatan dan lalu lintas mengalami kemacetan," tuturnya.
Delapan kecamatan yang dilanda banjir, yaitu Kecamatan Panti, Sukorambi, Rambipuji, Kalisat, Kaliwates, Bangsalsari, Ajung, dan Kecamatan Balung. Total warga yang terdampak mencapai 3.944 KK, sementara infrastruktur yang rusak meliputi tiga jembatan dan satu pondok pesantren.
"Jembatan putus akibat diterjang banjir bandang yang cukup deras di Desa Suci, Kecamatan Panti, sehingga akses warga terganggu akibat bencana tersebut," ujarnya.
Banjir terparah terjadi di Kecamatan Rambipuji dengan ketinggian air lebih dari satu meter. Akibatnya, sebanyak 299 warga terpaksa mengungsi ke beberapa titik yang aman dari banjir.
"Ratusan warga itu mengungsi di rumah Ustaz Nurul di Dusun Krajan sebanyak 60 jiwa, kemudian rumah Umar Garuda Kidul Pasar sebanyak 75 jiwa, Masjid Nurul Iman di Curah Ancar sebanyak 150 jiwa, dan di Balai Desa Rambipuji sebanyak 14 jiwa," ungkapnya.
(1).jpg)
Ilustrasi banjir. MTVN/Khairunnisa Puteri M
BPBD Jember terus melakukan pembersihan luapan banjir di Kampung Ledok Jember Kidul, yang merupakan rumah mantan Bupati Jember, Hendy Siswanto. Mereka juga melakukan penanganan di Kecamatan Kaliwates, mengevakuasi warga, serta mendistribusikan bantuan logistik untuk dapur mandiri di Kecamatan Rambipuji dan penanganan di Kecamatan Ajung.
"Hari ini penanganan bencana masih terus dilakukan BPBD Jember dan beberapa rekomendasi penanganan diteruskan ke perangkat daerah terkait," ungkapnya.