Jepang Kembali Aktifkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terbesar di Dunia

PLTN Kashiwazaki-Kariwa di wilayah Niigata, Jepang, mulai beroperasi kembali pada Senin, 9 Februari 2026. (Anadolu Agency)

Jepang Kembali Aktifkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terbesar di Dunia

Muhammad Reyhansyah • 9 February 2026 19:48

Tokyo: Jepang kembali mengaktifkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar di dunia pada Senin, 9 Februari 2026, setelah upaya sebelumnya sempat dihentikan akibat gangguan teknis ringan. Operator fasilitas tersebut menyatakan pengoperasian kembali dilakukan setelah masalah itu ditangani.

Tokyo Electric Power Company (TEPCO) mengatakan PLTN Kashiwazaki-Kariwa di wilayah Niigata mulai beroperasi kembali pada pukul 14.00 waktu setempat. Pengaktifan ini merupakan kelanjutan dari rencana restart yang sempat ditangguhkan pada Januari lalu.

Pembangkit tersebut sebelumnya terpaksa menghentikan upaya pengaktifan perdana sejak bencana Fukushima 2011 setelah muncul masalah pada sistem alarm pemantauan.

TEPCO sebelumnya berupaya menyalakan salah satu dari tujuh reaktor di kompleks Kashiwazaki-Kariwa pada 21 Januari, namun mematikannya kembali keesokan hari setelah alarm sistem pemantauan berbunyi.

Pejabat TEPCO menjelaskan dalam konferensi pers pekan lalu bahwa alarm tersebut mendeteksi perubahan kecil pada arus listrik di salah satu kabel, meskipun nilainya masih berada dalam batas yang dinilai aman.

Perusahaan kemudian menyesuaikan pengaturan alarm tersebut dan menyatakan reaktor aman untuk dioperasikan.

Menurut TEPCO, operasi komersial dijadwalkan dimulai pada atau setelah 18 Maret, menyusul inspeksi menyeluruh tambahan.

Kashiwazaki-Kariwa merupakan pembangkit nuklir terbesar di dunia dari sisi kapasitas potensial, meskipun saat ini hanya satu reaktor dari tujuh yang diaktifkan kembali.

Nuklir Kembali Jadi Andalan

Dilansir dari Channel News Asia, Senin, 9 Februari 2026, fasilitas ini sempat tidak beroperasi sejak Jepang menghentikan seluruh pembangkit nuklirnya menyusul gempa besar dan tsunami yang memicu melelehnya tiga reaktor di PLTN Fukushima Daiichi pada 2011.

Kini, Jepang kembali mengandalkan energi nuklir untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mencapai target netral karbon pada 2050, serta memenuhi lonjakan kebutuhan energi, termasuk dari kecerdasan buatan.

Perdana Menteri konservatif Sanae Takaichi, yang meraih kemenangan telak dalam pemilu pada Minggu, selama ini mendorong pemanfaatan energi nuklir guna menggerakkan perekonomian Jepang.

Kashiwazaki-Kariwa menjadi unit pertama yang dioperasikan kembali oleh TEPCO sejak 2011. Perusahaan tersebut juga mengelola PLTN Fukushima Daiichi yang kini tengah dalam proses pembongkaran.

Sejak penghentian pasca-Fukushima, 14 reaktor di Jepang yang sebagian besar berada di wilayah barat dan selatan telah kembali beroperasi di bawah aturan keselamatan ketat, dengan 13 di antaranya masih berjalan hingga pertengahan Januari.

Kompleks Kashiwazaki-Kariwa telah dilengkapi dengan dinding penahan tsunami setinggi 15 meter, sistem pasokan listrik darurat yang ditinggikan, serta berbagai peningkatan keselamatan lainnya.

Namun, opini publik di sekitar lokasi pembangkit terbelah. Sekitar 60 persen warga menentang pengaktifan kembali, sementara 37 persen mendukung, berdasarkan survei pemerintah prefektur Niigata pada September.

Warga yang menolak menyuarakan kekhawatiran atas risiko kecelakaan besar, dengan menyoroti riwayat skandal penutupan informasi, kecelakaan kecil, serta rencana evakuasi yang dinilai belum memadai. Pada 8 Januari, tujuh kelompok penentang menyerahkan petisi yang ditandatangani hampir 40.000 orang kepada TEPCO dan Otoritas Regulasi Nuklir Jepang.

“Kami akan terus menunjukkan komitmen kami bahwa keselamatan adalah prioritas utama di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kashiwazaki-Kariwa melalui tindakan dan hasil nyata,” kata TEPCO.

Baca juga: Jepang Selangkah Lagi Hidupkan Kembali PLTN Terbesar di Dunia

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)