Mensesneg Tegaskan Pemadaman Kebakaran di Bromo Sesuai Instruksi Presiden

Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Mensesneg Tegaskan Pemadaman Kebakaran di Bromo Sesuai Instruksi Presiden

Fachri Audhia Hafiez • 11 August 2026 19:53

Jakarta: Pemerintah pusat mendukung penuh percepatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Hal ini sesuai dengan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto.

"Pemerintah pusat mendukung penuh, apapun yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah, oleh BNPB, oleh teman-teman Manggala Agni Kementerian Kehutanan, oleh pemerintah provinsi, maupun contoh misalnya di Bromo oleh Balai Taman Nasional, kita dukung penuh," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 11 Agustus 2026.
 


Prasetyo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mawas diri terhadap potensi kebakaran, mengingat kondisi cuaca yang kini sangat kering akibat pengaruh El Niño. Ia juga mengingatkan agar peristiwa kebakaran Bromo pada 2023 akibat suar foto prapernikahan tidak terulang kembali.

"Kami berulang kali sampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk mawas diri, menghindari hal-hal yang dapat menciptakan potensi terjadinya kebakaran sebagaimana yang di Bromo-Tengger beberapa tahun lalu ada pre-wedding," ujar Prasetyo.


Arsip Foto - Area padang rumput di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ANTARA/Ananto Pradana.

Guna membantu penanganan di lapangan, pemerintah telah menyiapkan skema Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Prasetyo menyebut pelaksanaannya di lapangan tetap harus menyesuaikan dengan kondisi atmosfer.

"Desainnya semua kita persiapkan, tetapi secara teknis, penjelasan dari Kepala BMKG, tidak selalu bisa didapati kondisi yang memungkinkan untuk operasi modifikasi cuaca itu menghasilkan hujan," ucap Prasetyo.

Pemerintah dipastikan terus menyokong penuh tim gabungan yang tengah melakukan pemadaman di Bromo. Berdasarkan data terbaru, luas area penanganan karhutla di kawasan TNBTS telah mencapai sekitar 899,35 hektare, sementara operasi pemadaman jalur darat maupun udara masih berlanjut.

(Fachri Audhia Hafiez)