Hilirisasi 28 Komoditas Indonesia Dibidik Raup Investasi USD618 Miliar

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia. Foto: Tangkapan layar siaran YouTube Metro TV.

Hilirisasi 28 Komoditas Indonesia Dibidik Raup Investasi USD618 Miliar

Andika Fauzan Azhari • 3 September 2026 16:21

Jakarta: Kementerian Investasi dan Hilirisasi menyiapkan peta jalan (roadmap) hilirisasi 28 komoditas strategis hingga 2045. Program tersebut memiliki potensi nilai investasi mencapai USD618 miliar.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu mengatakan roadmap tersebut disusun untuk mengoptimalkan sumber daya alam Indonesia, mulai dari minyak dan gas bumi (migas), mineral, kelautan, hingga perkebunan. Pemerintah mendorong pengolahan komoditas di dalam negeri agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

"Ada 28 komoditas dalam rencana payung besar program kita sampai 2040-2045. Konsolidasi terhadap ini ada kurang lebih USD618 miliar kalau sektor hilirisasi investasinya kita dorong. Untuk lebih focusing lagi, dalam RPJM kita squeeze menjadi 15 komoditas," ujar Todotua dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Todotua, roadmap hilirisasi tidak hanya memperhitungkan cadangan dan posisi komoditas Indonesia di pasar global. Pemerintah juga memetakan sebaran industri pendukung di lima pulau besar Indonesia.

Pemetaan tersebut dilakukan untuk menciptakan struktur ekonomi yang lebih seimbang. Sebab, konsumsi nasional masih banyak terpusat di Pulau Jawa, sedangkan sumber bahan baku tersebar di berbagai wilayah di luar Jawa.

Pemerintah juga memfokuskan pelaksanaan hilirisasi pada pembangunan rantai pasok dari hulu hingga hilir. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap barang impor sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar ekspor.
 



(Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari)
 

Dorong ekosistem industri lokal


Todotua mengatakan sumber daya alam Indonesia selama ini masih banyak diolah di luar negeri sehingga nilai tambahnya juga dinikmati di luar negeri. Melalui hilirisasi, pemerintah ingin membangun ekosistem industri dan rantai pasok di dalam negeri.

"Sumber daya alam yang kita punya selama ini banyak diolah di luar dan nilai tambahnya di luar. Kita harapkan dengan mendorong hilirisasi, keseluruhan ekosistem supply chain-nya bisa terjadi di negara kita, sehingga ekspor naik dan kita punya kekuatan," tegas Todotua.

Pemerintah berharap pemetaan potensi wilayah dan integrasi rantai pasok dapat membuat investasi hilirisasi lebih terarah. Kebijakan tersebut juga ditujukan untuk memperluas kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

(Husen Miftahudin)