CEO Media Group Mohammad Mirdal saat membuka acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia. Foto: Tangkapan layar siaran YouTube Metro TV.
CEO Media Group Buka Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Soroti 4 Pilar Ketahanan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 3 September 2026 09:27
Jakarta: CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib menyoroti empat agenda utama yang perlu diperkuat untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Keempat agenda tersebut mencakup stabilitas sektor keuangan, kebijakan fiskal, investasi dan hilirisasi, serta transisi energi dan proyek strategis.
"Tema yang kita angkat hari ini adalah di tengah gelombang global, menjaga daya tahan ekonomi nasional. Tema ini kita anggap sangat relevan dengan kondisi perekonomian kita saat ini," ucap Mirdal dalam sambutan pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia bertema "Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional" yang diselenggarakan Metro TV di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Menurut Mirdal, ketidakpastian global masih membayangi stabilitas ekonomi. Kondisi tersebut terlihat dari dinamika geopolitik, volatilitas harga energi dan komoditas, perubahan kebijakan moneter global, hingga fragmentasi perdagangan.
"Untuk terus berlayar dengan aman di tengah kecamuk gelombang global ini, ada empat agenda utama yang perlu ditempatkan dalam satu kerangka kebijakan yang terintegrasi dan saling terhubung," ujar dia.
Mirdal mengatakan agenda pertama berkaitan dengan likuiditas dan stabilitas sektor keuangan. Menurut dia, kebijakan moneter dan nilai tukar perlu terus dijaga agar likuiditas serta penyaluran kredit tetap mengalir secara optimal ke sektor-sektor produktif.
Penguatan likuiditas dinilai penting untuk memastikan sektor produktif tetap memperoleh dukungan pembiayaan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Agenda kedua ialah menjaga kredibilitas kebijakan fiskal. Mirdal menilai ruang fiskal perlu dikelola secara disiplin dan produktif. Pengelolaan tersebut, lanjut dia, perlu diarahkan pada belanja yang memberikan dampak nyata terhadap daya beli masyarakat, peningkatan produktivitas, serta penguatan kapasitas ekonomi dalam jangka panjang.
Investasi dan hilirisasi
Mirdal juga menyoroti investasi dan hilirisasi sebagai agenda ketiga dalam memperkuat daya tahan ekonomi nasional. Ia menyebut realisasi investasi pada semester I-2026 telah mencapai lebih dari Rp1.010 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp300 triliun merupakan investasi di sektor hilirisasi.
"Ini menjadi bukti nyata pentingnya penciptaan mesin pertumbuhan baru ke depan," kata Mirdal.
Ia menambahkan investasi perlu terus diperkuat untuk membangun rantai nilai domestik dalam rantai pasok, menciptakan lapangan kerja formal, serta meningkatkan penguasaan teknologi.
Agenda keempat yang disoroti ialah transisi energi dan proyek strategis. Mirdal melihat penguatan investasi pada teknologi energi hijau menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus efisiensi jangka panjang.
Dorongan terhadap proyek energi baru terbarukan (EBT) dalam skala besar, termasuk target pembangunan PLTS 100 GWp, dinilai menjadi bagian penting dari agenda tersebut.
(Poster Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 oleh Metro TV bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Foto: Dok Metro TV)
Sarasehan 100 Ekonom Indonesia jadi wadah dialog ekonomi
Mirdal berharap Sarasehan 100 Ekonom Indonesia dapat menjadi wadah dialog produktif antara para pemangku kepentingan, pengambil kebijakan, dan akademisi. "Semoga apa yang kita kerjakan hari ini bisa memberikan manfaat yang maksimal," ujarnya.
Menurut Mirdal, forum tersebut diharapkan dapat mempertemukan berbagai pihak untuk membangun diagnosis bersama, menguji pilihan trade-off kebijakan, serta merumuskan rekomendasi konkret bagi arah pembangunan ekonomi nasional.