KEK Industropolis Batang Kembangkan Wisata Seni dan Budaya

Pagelaran Tari Nusantara pada acara TENANT FESTA #2. Foto: dok KEK Industropolis Batang.

KEK Industropolis Batang Kembangkan Wisata Seni dan Budaya

Husen Miftahudin • 2 September 2026 00:19

Batang: Status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mendorong KEK Industropolis Batang terus mengembangkan kawasan dengan menghadirkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk ruang untuk aktivitas pariwisata, seni, dan budaya.

Salah satu fasilitas tersebut ialah Amphitheater KEK Industropolis Batang yang berada di kawasan dengan panorama Laut Jawa. Fasilitas ini dilengkapi helipad dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan publik maupun pertunjukan.

Pemanfaatan Amphitheater terlihat dalam Pagelaran Tari Nusantara yang menjadi puncak acara TENANT FESTA #2. Pertunjukan tersebut digelar secara gratis dan menarik lebih dari 10 ribu pengunjung.

Masyarakat tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menikmati suasana kawasan dengan latar panorama Laut Jawa.

Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang M. Burhan Murtaki mengatakan pemanfaatan Amphitheater menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan pengunjung.

"KEK Industropolis Batang tidak hanya menjadi kawasan untuk aktivitas industri, tetapi juga memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Dengan adanya Amphitheater ini, kami ingin menjadi bagian dari pengalaman masyarakat ketika berkunjung ke kawasan, sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki KEK Industropolis Batang," ujar Burhan dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 September 2026.
 



(Pagelaran Tari Nusantara pada acara TENANT FESTA #2. Foto: dok KEK Industropolis Batang)
 

Hadirkan beragam seni Nusantara


Mengusung semangat "Seni, Tradisi, Budaya, Warisan untuk Masa Depan", Pagelaran Tari Nusantara menghadirkan sejumlah kesenian dari berbagai daerah. Perpaduan seni tari, musik, serta panorama kawasan di tepi Laut Jawa memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Kehadiran Amphitheater juga memperluas fungsi kawasan yang selama ini identik dengan aktivitas industri. Fasilitas tersebut dapat menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk berkumpul sekaligus menikmati berbagai kegiatan seni dan budaya.

Antusiasme lebih dari 10 ribu pengunjung menunjukkan potensi ruang publik dalam mendukung aktivitas sosial dan budaya di tengah perkembangan kawasan industri.

Pagelaran tersebut sekaligus memperkenalkan KEK Industropolis Batang kepada masyarakat secara lebih luas sebagai kawasan yang tidak hanya mendukung kegiatan industri, tetapi juga menyediakan ruang untuk aktivitas publik.

Pemanfaatan Amphitheater diharapkan dapat memperkuat daya tarik kawasan melalui kegiatan yang menggabungkan industri, pariwisata, seni, dan budaya.

Dengan fasilitas yang berada di tepi Laut Jawa, Amphitheater KEK Industropolis Batang berpotensi menjadi salah satu ruang publik yang mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung di kawasan tersebut.

(Husen Miftahudin)