Pelatihan Vokasi KEK Batang Buka Peluang Kerja bagi Warga

Ilustrasi pelatihan vokasi. Foto: Freepik.

Pelatihan Vokasi KEK Batang Buka Peluang Kerja bagi Warga

Husen Miftahudin • 1 September 2026 10:17

Batang: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang dan PT Trax Sumbiri Indo memperkuat sinergi dalam peningkatan kompetensi dan penempatan tenaga kerja.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Penempatan Tenaga Kerja sekaligus penutupan program Tailor Made Training (TMT).

Kerja sama ini diarahkan untuk menyelaraskan pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), termasuk melalui penyusunan program pelatihan berbasis kebutuhan perusahaan, rekrutmen, dan penempatan tenaga kerja.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kawasan Industri Terpadu Batang Angga Arie Saputra mengatakan program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kualifikasi calon tenaga kerja.

"Seiring dengan perkembangan kawasan industri, kita perlu mempersiapkan masa depan yang baik bagi para pekerja industri. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta pelatihan, sehingga kompetensi yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal untuk memberikan kontribusi yang baik di dunia kerja," ujar Angga dalam keterangan tertulis, Senin, 1 September 2026.
 

 

Pelatihan gratis


Implementasi kerja sama tersebut dilakukan melalui program TMT selama 10 hari pada 10–21 Agustus 2026. Pelatihan diikuti 50 peserta dari masyarakat Kabupaten Batang dan sekitarnya.

Program TMT mencakup pelatihan berbasis kompetensi yang disusun sesuai kebutuhan industri. Selain itu, kerja sama mencakup rekrutmen dan penempatan tenaga kerja, class hiring, walk-in interview, sertifikasi kompetensi, serta pemagangan atau on-the-job training (OJT).

Para pihak juga dapat melibatkan praktisi industri sebagai instruktur dan bertukar informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan kompetensi peserta sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Pelatihan tahap pertama diberikan secara gratis kepada 50 peserta. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta memperoleh sertifikasi kompetensi melalui lembaga yang terafiliasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta sertifikat dari BBPVP Semarang. Dari proses seleksi tenaga kerja setelah pelatihan, sebanyak 80 persen peserta dinyatakan diterima bekerja.


(Penandatanganan PKS Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Penempatan Tenaga Kerja sekaligus penutupan program TMT antara KEK Industropolis Batang bersama BBPVP Semarang dan PT Trax Sumbiri Indo. Foto: dok KEK Industropolis Batang)
 

Siapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan


PT Trax Sumbiri Indo menjadi salah satu tenant yang beroperasi di KEK Industropolis Batang dan turut terlibat dalam program tersebut. Perusahaan manufaktur garmen asal Thailand itu menjadi salah satu pihak yang menghubungkan kebutuhan tenaga kerja dengan pelaksanaan pelatihan vokasi.

HR Manager PT Trax Sumbiri Indo M Hari Nasrullah mengatakan program tersebut membantu perusahaan mendapatkan calon tenaga kerja yang telah memperoleh pembekalan sesuai kebutuhan industri.

Kolaborasi PT Trax Sumbiri Indo, PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Dinas Ketenagakerjaan, dan BBPVP Semarang juga menjadi sarana untuk menyatukan informasi serta memperkuat koordinasi dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten.

Sementara itu, Kepala BBPVP Semarang Fikri Kurniakiki mengatakan pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis. Peserta juga dibekali kemampuan yang mendukung produktivitas dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Pembekalan mencakup kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, kemampuan bekerja dalam tim, serta komunikasi agar peserta mampu beradaptasi dan bekerja secara efektif di lingkungan industri. Salah satu peserta, Dias Alfi Yuhani, mengatakan program TMT memberikan keterampilan dan pengalaman yang mendukung kesiapan memasuki dunia kerja.

"Melalui pelatihan ini, saya mendapatkan pembelajaran menjahit dari nol. Selain keterampilan menjahit, saya juga mendapatkan pendampingan untuk membangun soft skill dan hard skill yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan," ujar Dias.

Kolaborasi KEK Industropolis Batang, BBPVP Semarang, dan PT Trax Sumbiri Indo menjadi bagian dari upaya menghubungkan pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri. Program tersebut sekaligus membuka peluang penempatan kerja bagi peserta yang telah memenuhi kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.

(Husen Miftahudin)