Pemerintah Dukung Penguatan Komoditas Pangan Lokal di Papua

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) disambut tarian suku Asmat saat meninjau Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Pemerintah Dukung Penguatan Komoditas Pangan Lokal di Papua

Achmad Zulfikar Fazli • 21 June 2026 22:39

Timika: Pemerintah mendukung penguatan komoditas pangan lokal di masing-masing daerah, seperti yang dilakukan lewat Sekolah Lapang Sagu di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Pemerintah siap bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan agama untuk memastikan implementasi program penguatan komoditas pangan lokal berjalan baik.

"Hari ini kita melihat proses di Sekolah Lapang Sagu, saya kira ini sangat baik sekali dan harus didukung," ujar Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming di Kabupaten Asmat, dilansir dari Antara, Minggu, 21 Juni 2026.

Sekolah Lapang Sagu Asmat merupakan pengembangan sagu yang dijalankan melalui pendekatan berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal. Merujuk kepada kehadirannya dalam pembukaan Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas) XVII Tahun 2026 di Gorontalo pada Sabtu, 20 Juni 2026, Wapres mengatakan penguatan komoditas lokal sebagai sumber pangan masyarakat menjadi semakin penting.

Penguatan komoditas lokal sudah berjalan cukup lama, tidak hanya dilakukan pemerintah tapi juga organisasi yang bergerak di akar rumput, termasuk organisasi gereja di wilayah Asmat.

"Ini tugas pemerintah untuk mengamplifikasi dan mungkin kita replikasi di daerah-daerah lain," jelas Wapres.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berfoto dengan warga suku Asmat saat meninjau Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Baca Juga: 

Pemerintah Siap Perluas MBG di Asmat, Kerja Sama dengan Gereja

Dalam peninjauan ke Sekolah Lapang Sagu, Wapres melihat proses pembuatan sagu yang dilakukan anggota masyarakat adat Suku Asmat sekaligus membagikan peralatan sekolah untuk anak-anak setempat. Kawasan Sekolah Lapang Sagu Asmat memiliki luas sekitar enam hektare dan dikelola melalui kerja sama antara Keuskupan Agats dengan pemerintah daerah.

Selain menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan sagu, lokasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengolahan produk turunan sagu yang bernilai tambah bagi masyarakat.

(Achmad Zulfikar Fazli)