Pemerintah Siap Perluas MBG di Asmat, Kerja Sama dengan Gereja

Petugas saat menyiapkan hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan

Pemerintah Siap Perluas MBG di Asmat, Kerja Sama dengan Gereja

Achmad Zulfikar Fazli • 21 June 2026 20:42

Timika: Pemerintah akan memperjuangkan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), seperti Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Salah satunya melalui potensi kerja sama dengan tempat ibadah setempat dan sekolah.

"Perlu kita highlight di sini bahwa kami memperjuangkan program-program prioritas dari Bapak Presiden di area-area 3T. MBG, misalnya harus kita perjuangkan di sini, di Asmat," kata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan kepada wartawan usai peninjauan Sekolah Lapang Sagu, Kabupaten Asmat, dilansir dari Antara, Minggu, 21 Juni 2026.

Mengenai implementasi MBG di wilayah tersebut, Wapres mengatakan terdapat potensi pelaksanaan MBG bekerja sama dengan gereja-gereja setempat serta kantin sekolah. Dengan pelibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan MBG tersebut diharapkan implementasi dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu dapat memiliki jangkauan lebih luas.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres mengajak lima mahasiswa dari beragam universitas baik negeri maupun swasta untuk melihat langsung kondisi yang terjadi di tingkat akar rumput terutama di wilayah 3T.

"Jadi, program-program Bapak Presiden akan kita perjuangkan di area 3T dan nanti sepulang dari Asmat akan kita follow up lagi," ujar Wapres.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berfoto dengan warga suku Asmat saat meninjau Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Baca Juga: 

Dudung: Program MBG tetap Lanjut, Banyak SPPG telah Lakukan Perbaikan

Pada kesempatan sama, Bupati Asmat Thomas E. Safanpo menyatakan pihaknya melihat terdapat kebutuhan pelaksanaan MBG, terutama di wilayah 3T, seperti daerah Asmat.

"Saya bupati di daerah 3T, tertinggal, terluar dan terdepan, kami merasakan bahwa MBG ini memang besar manfaatnya untuk masyarakat kami di sini, terutama untuk anak-anak sekolah, ibu hamil dan menyusui," tutur Thomas.

Thomas menjelaskan sebelum MBG mulai dibagikan di sejumlah sekolah Kabupaten Asmat, tingkat ketidakhadiran siswa di sekolah cukup tinggi. Setelah ada MBG, angka kehadiran meningkat karena mengetahui mereka akan menikmati makan siang di sekolah.

Sementara itu, pemberian MBG bagi ibu hamil dan menyusui akan membantu menekan angka stunting di Kabupaten Asmat.

(Achmad Zulfikar Fazli)