Polandia Cabut Penghargaan Tertinggi untuk Zelensky Terkait Memori Perang Dunia II

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersama Presiden Polandia Karol Nawrocki. (Anadolu Agency)

Polandia Cabut Penghargaan Tertinggi untuk Zelensky Terkait Memori Perang Dunia II

Willy Haryono • 20 June 2026 09:42

Warsawa:  Presiden Polandia Karol Nawrocki mencabut Order of the White Eagle, penghargaan tertinggi negara Polandia, yang sebelumnya telah diberikan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Keputusan tersebut diambil setelah muncul kemarahan di Polandia terkait langkah pemerintah Ukraina yang menamai sebuah unit militer dengan nama Ukrainian Insurgent Army (UPA).

UPA, sebuah kelompok nasionalis Ukraina, dianggap banyak sejarawan dan pejabat Polandia bertanggung jawab atas pembunuhan massal puluhan ribu warga sipil Polandia di wilayah Volhynia dan Galicia Timur selama Perang Dunia II.

Dalam pernyataannya, Nawrocki menegaskan bahwa keputusan tersebut ditujukan kepada tindakan pemerintah Ukraina dan bukan kepada rakyat Ukraina secara keseluruhan. Ia juga menekankan bahwa langkah itu tidak mengubah dukungan strategis Polandia terhadap Ukraina.

“Saya ingin menegaskan bahwa keputusan ini bukan ditujukan kepada bangsa Ukraina. Ini tidak mengubah arah strategis kebijakan keamanan Polandia,” kata Nawrocki, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 20 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa Polandia tetap mendukung Ukraina karena memandang agresi Rusia sebagai ancaman bagi keamanan Polandia dan seluruh Eropa.

Melukai Memori Korban

Sebelumnya bulan ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Polandia Maciej Wewior menyatakan bahwa keputusan penamaan unit militer tersebut telah melukai memori para korban dan merusak upaya rekonsiliasi sejarah antara Polandia dan Ukraina.

Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz juga menyebut persoalan itu sebagai isu yang sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, kemitraan yang kuat dan berkelanjutan harus dibangun di atas kejujuran dalam menghadapi sejarah masa lalu.

UPA selama bertahun-tahun menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan Polandia dan Ukraina. Di Ukraina, kelompok tersebut oleh sebagian kalangan dipandang sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan melawan Jerman Nazi dan Uni Soviet.

Namun, Polandia menilai pembantaian yang terjadi pada 1943-1944 terhadap warga Polandia di Volhynia dan Galicia Timur sebagai tindakan pembersihan etnis dan genosida.

Meski ketegangan terkait sejarah kerap muncul, Polandia tetap menjadi salah satu pendukung utama Ukraina sejak invasi Rusia. Negara itu telah menerima jutaan pengungsi Ukraina serta berperan sebagai pusat logistik penting bagi penyaluran bantuan militer Barat ke Kyiv.

Selain persoalan sejarah, hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir juga sempat diwarnai perbedaan pandangan terkait impor produk pertanian, proses ekskavasi korban Polandia di wilayah Ukraina barat, serta interpretasi yang berbeda mengenai peristiwa-peristiwa masa perang.

Order of the White Eagle merupakan penghargaan kenegaraan tertua dan paling bergengsi di Polandia. Penghargaan tersebut sebelumnya telah diberikan kepada sejumlah kepala negara, tokoh militer, dan individu yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa bagi Polandia.

Baca juga:  Polandia Tidak Akan Lagi Mempersenjatai Ukraina

(Willy Haryono)