Fraksi Gerindra Tegaskan Hubungan Prabowo dan Gibran Baik

Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka (kanan). Foto: Setpres.

Fraksi Gerindra Tegaskan Hubungan Prabowo dan Gibran Baik

Achmad Zulfikar Fazli • 23 June 2026 22:57

Jakarta: Fraksi Partai Gerindra DPR angkat bicara soal isu hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang beredar di media sosial dan pemberitaan. Fraksi Gerindra DPR menegaskan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran memiliki hubungan yang baik.

"Gerindra selalu men-support pemerintahan Prabowo Gibran, dan hubungan kedua sangat baik. Ini gosip tidak benar, dan cenderung memprovokasi dan mengadu domba,” ujar Sekretaris Fraksi Gerindra DPR Bambang Haryadi dalam keterangannya, Selasa, 23 Juni 2026.

Bambang juga membantah kabar ada rapat khusus dipimpin Ketua Fraksi Gerindra DPR Budi Djiwandono yang isinya permintaan mengawasi pergerakan Gibran. Fraksi Gerindra DPR menyebut kabar tersebut tidak benar.

"Saya selalu hadir dan ikut memimpin rapat-rapat di Fraksi Gerindra. Dan tidak ada perintah maupun pembahasan hal tersebut," kata Bambang.

Sekretaris Fraksi Gerindra DPR Bambang Haryadi. Foto: Fraksi Gerindra
 

Baca Juga: 

Kelakar Prabowo Sebut Salam Komando NU Sudah Ada Sebelum Kemerdekaan

Bambang mengungkapkan perintah yang disampaikan pimpinan Fraksi Gerindra kepada seluruh anggotanya. Perintah itu meminta para anggota memantau kondisi ekonomi masyarakat di daerah pemilihan, serta memastikan program pemerintah berjalan dan sampai di masyarakat.

"Yang ada adalah perintah untuk mengawasi ketersediaan pangan dan harga sembako di daerah pemilihan semua anggota DPR, agar kita dapat memastikan kondisi masyarakat tetap terjaga daya belinya" ujar Bambang.

Bambang mengatakan pihaknya menghormati setiap pemberitaan sebagai sebuah karya jurnalistik. Namun, dia mengimbau pemberitaan disampaikan berdasarkan fakta dan berimbang.

“Jangan membuat narasi yang lebih cenderung ke gosip bukan berita. Dan fraksi Gerindra akan melayangkan somasi dan keberatan atas berita yang identik dengan gosip yang ditebar media tersebut dalam suatu podcast,” ujar Bambang.

(Achmad Zulfikar Fazli)