Israel-Lebanon Tunda Perundingan di Roma, 7.700 Pelanggaran Jadi Sorotan

Perundingan Israel-Lebanon di Roma ditunda hingga Oktober. (Anadolu Agency)

Israel-Lebanon Tunda Perundingan di Roma, 7.700 Pelanggaran Jadi Sorotan

Willy Haryono • 12 September 2026 12:59

Roma: Perundingan Israel-Lebanon yang dijadwalkan berlangsung di Roma pekan depan ditunda, kata seorang pejabat Amerika Serikat (AS) pada Jumat kemarin.

Sebagai gantinya, duta besar Israel dan Lebanon akan bertemu di Departemen Luar Negeri AS di Washington untuk membahas perkembangan terbaru serta melanjutkan penerapan kerangka kesepakatan yang dicapai pada Juni, kata pejabat tersebut.

Mengutip Anadolu, Sabtu, 12 September 2026, putaran berikutnya perundingan resmi akan digelar di Roma pada Oktober.

Sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan jadwal perundingan berubah karena bertepatan dengan rangkaian hari raya Yahudi, konferensi di Paris untuk mendukung Angkatan Bersenjata Lebanon, serta persiapan Sidang Umum PBB.

Kondisi tersebut membuat sejumlah peserta utama tidak dapat menghadiri pertemuan di Roma sesuai jadwal semula.

Israel maupun Lebanon belum memberikan komentar terkait perubahan jadwal tersebut.

Sebelumnya, Lebanon dan Israel telah menggelar tujuh putaran perundingan langsung sejak April. Lima putaran berlangsung di Washington, sementara dua putaran terakhir digelar di Roma. Kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah, berulang kali menolak perundingan tersebut dan mendesak pemerintah menghentikan proses negosiasi.

Putaran keenam diketahui menghasilkan kesepakatan awal untuk menetapkan dua “wilayah percontohan” sebagai tahap awal pelaksanaan penarikan pasukan Israel.

Perkembangan terbaru dalam perundingan tersebut terjadi setelah militer Lebanon pada Rabu mengatakan telah mencatat 7.700 pelanggaran yang dilakukan Israel sejak kerangka kesepakatan ditandatangani pada 26 Juni. 

Militer Lebanon memperingatkan bahwa pelanggaran yang terus berlanjut dapat mengancam kesepahaman dan pengaturan yang telah dicapai kedua pihak.

Kerangka kesepakatan tersebut mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki. Tahap awal penarikan akan dilakukan di dua wilayah percontohan, disertai pengerahan pasukan Angkatan Bersenjata Lebanon.

Israel menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, sebagian telah diduduki selama puluhan tahun dan sebagian lainnya sejak perang 2023-2024. Israel juga terus memperluas kehadirannya di wilayah Lebanon dalam serangan yang masih berlangsung. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Israel Kembali Serang Lebanon Selatan, Nabatieh hingga Tyre Jadi Sasaran

(Willy Haryono)