Segmen Trader Premium Meningkat, Transaksi RWA Tumbuh Positif

Presiden Direktur Pintu Andy Putra. Foto: Metrotvnews.com/Eko Nordiansyah

Segmen Trader Premium Meningkat, Transaksi RWA Tumbuh Positif

Eko Nordiansyah • 18 September 2026 21:35

Jakarta: PT Pintu Kemana Saja (Pintu) mencatat perkembangan segmen trader premium di Indonesia lewat layanan Pintu VIP Private mengalami peningkatan. Kenaikan ini seiring dengan pertumbuhan transaksi investasi kripto di Indonesia.

Sepanjang semester I 2026, pengguna VIP di Pintu tercatat menyumbang lebih dari 40 persen volume trading di platform. Dengan kontribusi lebih dari 40 persen dari total volume trading spot dan lebih dari 30 persen dari volume trading futures. 

Presiden Direktur Pintu Andy Putra mengatakan, tren peningkatan kontribusi VIP terlihat signifikan pada Pintu Futures, di mana pangsa volume trading dari pengguna VIP melonjak dari lebih dari 20 persen pada Februari 2026 menjadi lebih dari 35 persen pada Mei 2026.

"Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan trader berpengalaman terhadap instrumen derivatif kripto yang ditawarkan Pintu, sekaligus menjadi sinyal bahwa produk futures semakin diminati sebagai instrumen manajemen risiko dan strategi trading jangka pendek di tengah volatilitas pasar," kata dia di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Pada kesempatan yang sama, Andy juga memaparkan perbedaan mendasar antara status VIP reguler dan Pintu VIP Private, di mana VIP Private ditujukan khusus bagi nasabah dengan volume trading dan aset kelolaan dalam jumlah tertentu yang memenuhi kualifikasi internal Pintu. 

Ia menyebut, nasabah dengan status setara (status match) dari platform aset kripto lain juga berkesempatan untuk langsung dipertimbangkan masuk ke dalam program ini, sehingga mempermudah transisi trader premium yang ingin memindahkan aktivitas trading mereka ke Pintu. 

"Keanggotaan VIP Private turut disertai layanan personal seperti relationship manager pribadi, promo eksklusif, serta dukungan prioritas dalam setiap transaksi," jelas dia.
(Pintu berkolaborasi dengan Ondo Finance menghadirkan lebih banyak pilihan aset tertokenisasi dan RWA. Foto: Metrotvnews.com/Eko Nordiansyah)

Perbanyak pilihan aset tertokenisasi dan RWA

Secara global, tokenisasi aset dunia nyata (RWA) mencatat pertumbuhan tercepat di industri aset kripto. Nilai aset RWA on-chain di luar stablecoin tercatat tumbuh sekitar empat kali lipat dalam setahun terakhir, mencapai kisaran USD25 miliar hingga USD 35 miliar, didorong oleh masuknya sejumlah institusi keuangan.

Untuk itu, Pintu berkolaborasi dengan Ondo Finance menghadirkan lebih banyak pilihan aset tertokenisasi dan RWA bagi investor Indonesia. Kolaborasi ini memperluas pilihan aset investasi digital yang dapat diakses masyarakat secara mudah, aman, dan sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku di Indonesia.

"RWA membuka jalan bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur terhadap aset-aset kelas dunia, mulai dari saham global, indeks, hingga komoditas yang bisa didapat secara fractional dan terjangkau, tanpa harus keluar dari ekosistem yang teregulasi," tambah Andy.

Senior Director Asia Pacific Ondo Finance Rania Rahardja mengungkapkan, potensi tokenized real-world assets secara global sangat besar. Ia menilai, Indonesia semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu pasar yang paling menarik di kawasan Asia Pasifik. 

"Melalui kolaborasi dengan Pintu, kami menghadirkan saham dan ETF global secara onchain dengan aksesibilitas, likuiditas, dan transparansi yang lebih baik, sehingga memberikan investor Indonesia cara yang lebih sederhana untuk mengakses pasar global," kata Rania.

Aset tertokenisasi yang dihadirkan Pintu mencakup saham global seperti Apple dan NVIDIA, exchange-traded fund (ETF) dan indeks seperti S&P 500 dan NASDAQ, komoditas seperti emas dan perak, hingga stablecoin, yang dapat diakses dalam satu aplikasi dan didenominasi dalam rupiah. 

Investor dapat memiliki aset ini secara fractional mulai dari Rp11.000, diperdagangkan selama 24 jam nonstop tanpa terikat jam bursa konvensional, serta dikenakan pajak final sebesar 0,21 persen atas penjualan tanpa biaya transaksi tersembunyi. Seluruh aset tertokenisasi ini berada di bawah pengawasan OJK.

"Namun kami tetap mengingatkan bahwa investasi aset kripto dan aset tertokenisasi memilikirisiko tinggi (high risk) serta volatilitas yang signifikan, sehingga calon investor perlu memahamiprofil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi," tutup Andy.

(Eko Nordiansyah)