Ilustrasi Medcom.id
9 Cara Menyelamatkan Diri saat Terjadi Kecelakaan Kapal
Putri Purnama Sari • 16 September 2026 17:56
Jakarta: Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu, 13 September 2026, menjadi pengingat pentingnya memahami langkah penyelamatan diri saat berada di kapal.
KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin mengalami kecelakaan setelah menghadapi kondisi cuaca buruk. Kapal kemudian miring dan terbalik hingga akhirnya tenggelam.
Data yang dilaporkan pada 15 September menyebut 108 orang berhasil diselamatkan, enam orang meninggal dunia, sementara 129 orang masih dalam pencarian.
Salah seorang ABK yang selamat, Akmal, menceritakan kapal tiba-tiba miring ketika dirinya sedang tidur. Ia kemudian mengambil pelampung dan melompat ke laut. Menurut keterangannya, kapal tenggelam dalam waktu kurang dari lima menit setelah mulai miring.
Sementara itu, lima ABK lainnya dilaporkan bertahan di tengah laut dengan berpegangan pada sebuah tabung LPG kosong selama sekitar sembilan jam sebelum ditemukan dan dievakuasi.
Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika keadaan darurat terjadi secara tiba-tiba.
Teknik Menyelamatkan Diri saat Kapal Mengalami Kecelakaan
Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan ketika kapal mengalami keadaan darurat:
1. Tetap tenang dan segera perhatikan kondisi sekitar
Kondisi kapal yang tiba-tiba miring atau mengalami masalah dapat membuat penumpang panik. Namun, usahakan tetap tenang agar dapat mengambil keputusan dengan cepat.
Segera perhatikan instruksi awak kapal dan tanda-tanda jalur evakuasi. Jangan berdesak-desakan atau berlari tanpa arah karena dapat meningkatkan risiko terjatuh maupun terjebak.
Baca Juga :
2. Segera kenakan jaket pelampung

Ilustrasi freepik
Jaket pelampung menjadi salah satu perlengkapan keselamatan yang sangat penting ketika terjadi kecelakaan kapal.
Kenakan jaket pelampung sesuai petunjuk dan pastikan tali pengamannya terpasang dengan benar. Jangan membawa barang yang tidak diperlukan saat melakukan evakuasi.
3. Ikuti jalur evakuasi dan instruksi awak kapal
Jika kapal masih menyediakan jalur keluar yang aman, gunakan jalur tersebut dan ikuti arahan awak kapal.
Penumpang juga perlu mengetahui lokasi sekoci, rakit penolong, pintu keluar darurat, serta titik kumpul sejak awal perjalanan.
4. Jangan kembali mengambil barang
Dalam kondisi kapal mulai tenggelam, keselamatan harus menjadi prioritas. Tinggalkan koper, tas, maupun barang berharga jika mengambilnya dapat menghambat proses evakuasi.
Membawa barang juga dapat mengurangi ruang gerak ketika harus melewati jalur evakuasi atau masuk ke sekoci.
5. Jangan langsung melompat ke laut jika belum diperlukan
Melompat ke laut bukan selalu menjadi pilihan pertama. Jika masih tersedia jalur evakuasi yang aman dan terdapat sekoci atau rakit penolong, ikuti arahan awak kapal.
Namun, apabila kondisi kapal sudah membahayakan dan tidak ada pilihan lain, gunakan jaket pelampung dan ikuti prosedur keselamatan yang diberikan petugas.
6. Jika sudah berada di laut, tetap gunakan jaket pelampung
Setelah berada di air, jangan melepaskan jaket pelampung. Usahakan tetap berada bersama kelompok atau dekat dengan alat keselamatan yang tersedia.
Jangan berenang terlalu jauh dari lokasi kecelakaan tanpa alasan yang jelas. Tetap berada di area yang memungkinkan tim SAR menemukan korban.
7. Manfaatkan benda yang dapat membantu tetap mengapung
Jika tidak menemukan sekoci atau rakit penolong, benda yang dapat mengapung dapat membantu menjaga tubuh tetap berada di permukaan air.
Kisah lima ABK KM Virgo Transport 8 yang bertahan dengan berpegangan pada tabung LPG kosong menjadi salah satu contoh kondisi darurat tersebut. Namun, benda apung bukan pengganti alat keselamatan resmi dan penggunaannya tetap harus mempertimbangkan kondisi di sekitar.
8. Hemat tenaga sambil menunggu pertolongan
Ketika berada di laut, hindari berenang tanpa tujuan karena dapat menguras tenaga. Pertahankan posisi tubuh agar tetap mengapung dengan bantuan jaket pelampung.
Jika ada kapal, sekoci, atau tim penyelamat di sekitar, berikan tanda atau suara untuk menarik perhatian apabila kondisi memungkinkan.
9. Bantu penumpang lain jika memungkinkan
Jika sudah berada dalam kondisi yang relatif aman, bantu anak-anak, lansia, atau penumpang lain yang mengalami kesulitan. Namun, bantuan sebaiknya tetap dilakukan tanpa mengorbankan keselamatan diri sendiri dan dengan mengikuti instruksi petugas.