Ilustrasi. Foto: dok MI.
IHSG Naik 0,39% ke Level 6.486 Pagi Ini
Husen Miftahudin • 16 September 2026 09:13
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi hari ini mengalami kenaikan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 16 September 2026, IHSG berada di posisi 6.453,914.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.05 WIB, IHSG sempat turun sebelum akhirnya menguat sebanyak 25,228 poin setara 0,39 persen ke level 6.486,381.
Pada perdagangan pagi ini, sebanyak 262 saham emiten menguat. Sementara, 200 saham lainnya melemah dan 215 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.05 WIB sebanyak Rp631,153 miliar dengan total saham yang diperdagangkan 1,376 miliar saham.

(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)
IHSG berpotensi rebound terbatas
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi rebound terbatas, namun masih rentan seiring mendekati keputusan The Fed malam nanti.
"Diperkirakan support IHSG 6.400-6.450 dan resist IHSG di level 6.500-6.540," ungkap Fanny dalam riset hariannya.
Adapun, indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 15 September 2026, karena kenaikan yield US Treasury, kekhawatiran utang yang meningkat dan lonjakan harga minyak. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,63 persen; S&P 500 turun 0,45 persen; dan Nasdaq Composite melemah 0,78 persen.
Di sisi lain, bursa saham Asia kembali menurun pada Selasa, 15 September 2026, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap perkembangan terkait AI. Kenaikan harga minyak dan yield obligasi juga membuat investor lebih berhati-hati menjelang keputusan suku bunga The Fed dan Bank of Japan (BOJ).
Indeks Nikkei 225 turun tipis 0,01 persen; Hang Seng Hong Kong melemah 1 persen; Taiex Taiwan turun 0,77 persen; KOSPI Korea Selatan melemah 0,85 persen; dan ASX 200 Australia berkurang 0,88 persen.
Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup turun 1,13 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp354 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, BBNI, CPIN, dan ASII.