Kemenhaj Perkuat Persiapan Layanan Konsumsi Jelang Puncak Haji

Pekerja menyiapkan makanan bagi calon jemaah haji Indonesia di dapur katering Safwat al-Wisam Grp.Ltd, Makkah, Arab Saudi, Senin (11/5/2026). Antara/Citro Atmoko

Kemenhaj Perkuat Persiapan Layanan Konsumsi Jelang Puncak Haji

Achmad Zulfikar Fazli • 18 May 2026 22:41

Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan konsumsi bagi calon jemaah haji Indonesia jelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) disiapkan secara optimal. Hal ini untuk menjaga stamina, kesehatan, dan kenyamanan calon jemaah.

“Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jamaah,” ujar juru bicara Kemenhaj Maria Assegaff di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 18 Mei 2026.

Berdasarkan data terakhir, 464 kloter dengan 179.463 orang dan 1.851 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Sementara itu, 455 kloter dengan 175.682 orang dan 1.820 petugas telah tiba di Makkah.

Untuk kedatangan calon jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, telah tiba 190 kloter dengan 72.904 orang dan 759 petugas. Selain itu, 12.180 orang calon jemaah haji khusus telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang ditetapkan.

Maria menjelaskan fase Armuzna merupakan periode yang sangat padat dan membutuhkan kesiapan layanan yang cepat, aman, dan terukur, termasuk dalam penyediaan makanan.

“Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks. Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik,” kata dia.

Pemerintah menyiapkan skema katering Ready To Eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi jelang, selama, hingga pasca puncak haji.

Skema ini dipilih dengan mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi, daya tahan makanan di tengah mobilitas tinggi, serta pemenuhan standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.

“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa Nusantara agar lebih sesuai dengan selera jamaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jamaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” kata Maria.

Arsip. Petugas mengecek sampel paket makanan jamaah calon haji Indonesia di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Makkah, Arab Saudi, Minggu, 1 Juni 2025. ANTARA FOTO/Andika Wahyu

Baca Juga: 

Pelayanan Jemaah Haji Diperkuat Jelang Armuzna

Selama fase Armuzna, calon jemaah Indonesia akan memperoleh 15 porsi makanan dengan cita rasa nusantara yang disediakan pihak syarikah. Selain itu, disiapkan enam porsi makanan pada fase pra-Armuzna pada 7 dan 8 Zulhijah, serta pasca-Armuzna pada 13 Zulhijah, atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Kemenhaj juga telah melakukan pengecekan rutin dan koordinasi intensif untuk memastikan seluruh makanan siap santap dapat terdistribusi ke hotel-hotel jemaah Indonesia pada 6 Zulhijah 1447 H atau 23 Mei 2026, sebelum pergerakan jemaah menuju Armuzna dimulai.

“Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jamaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jamaah selama fase puncak haji,” kata Maria.

Kemenhaj mengimbau jemaah untuk menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, dan mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak menjelang puncak haji.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)