Keraton Yogyakarta Gelar Mubeng Beteng Malam 1 Sura Besok Malam

Tradisi Mubeng Beteng dalam rangka peringatan malam 1 Sura. Instagram @dinaskebudayaandiy

Keraton Yogyakarta Gelar Mubeng Beteng Malam 1 Sura Besok Malam

Ahmad Mustaqim • 15 June 2026 13:28

Yogyakarta: Keraton Yogyakarta menggelar tradisi Mubeng Beteng dalam rangka peringatan malam 1 Sura Be 1960 pada Selasa malam hingga Rabu dini hari (16-17 Juni 2026). Kegiatan yang biasanya diikuti ribuan orang ini merupakan bagian dari Hajad Kawula Dalem yang diprakarsai oleh Paguyuban Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Secara sosial dan kolektif, kami bersama-sama menjalankan lampah budaya mubeng beteng ini. Kami menyatukan rasa untuk melakukan refleksi bersama demi menyambut tahun baru yang lebih baik," ujar Ketua Paguyuban Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Kusumanegara, pada Senin, 15 Juni 2026.

Ia mengatakan agenda tersebut difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa tahun terakhir. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum.

Kusumanegara mengungkapkan rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan macapat di Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti pada pukul 21.00 WIB. Pembacaan macapat ini berfungsi sebagai pengantar refleksi dan doa menjelang pergantian tahun penanggalan Jawa.
 


Kegiatan pengantar tersebut dijadwalkan berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. Setelah itu, dilakukan persiapan untuk perjalanan hening (tapa bisu). Mendekati pukul 00.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan mengelilingi benteng sebagai simbol laku prihatin, refleksi diri, dan penyambutan tahun baru Jawa.

"Mangga (silakan) seluruh abdi dalem yang akan bergabung, kami imbau untuk menggunakan busana pranakan dan kebaya jangkep. Bagi masyarakat umum, dapat bergabung dengan busana yang bebas, rapi, sopan, dan nyaman. Kami harapkan tidak memakai celana pendek," ujar Kusumanegara.


Tradisi Mubeng Beteng dalam rangka peringatan malam 1 Sura. Instagram @dinaskebudayaandiy


Selama kegiatan berlangsung, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk menjaga suasana agar tetap tertib dan khusyuk. Seluruh peserta diharapkan menghormati nilai-nilai budaya serta tradisi ketenangan selama prosesi berlangsung.

Melalui akun Instagram @kratonjogja, telah diumumkan bahwa bagi masyarakat Jawa, tahun baru yang diperingati setiap 1 Sura menjadi momen yang reflektif dan kontemplatif. Bulan Sura sebagai bulan pertama dalam kalender Jawa Sultanagungan menjadi masa penting untuk membersihkan diri dalam menyambut tahun yang baru.

Beberapa rangkaian kegiatannya meliputi:

  • Pergelaran Ringgit Wacucal Gedhog Cariyos Panji Lampahan "Jaya Berdangga"

  • Hajad Kawula Dalem - Lampah Budaya Mubeng Beteng

  • Hajad Dalem Jamasan Pusaka & Rata

(Whisnu M)