DKI Tingkatkan Teknologi Pengendalian Lingkungan di RDF Plant Rorotan

RDF Plant Rorotan dengan sejumlah mesin untuk mengendalikan polusi dan bau di kawasan tersebut, di Jakarta, Minggu (1/2/2026). ANTARA/HO-DLH DKI

DKI Tingkatkan Teknologi Pengendalian Lingkungan di RDF Plant Rorotan

Achmad Zulfikar Fazli • 1 February 2026 14:12

Jakarta: Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta meningkatkan teknologi pengendalian lingkungan sebagai komitmen pengelolaan lingkungan di RDF Plant Rorotan, dengan memasang sejumlah alat.

"Peningkatan teknologi ini kami lakukan untuk meminimalkan potensi dampak lingkungan, khususnya terkait bau dan emisi udara," kata Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 1 Februari 2026.

Menurut dia, RDF Plant Rorotan telah melakukan peningkatan pada sistem perangkat pengendali polusi udara (air pollution control devices/APCD) sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Di RDF Rorotan, kata Asep, telah terpasang empat alat penetral bau tak sedap (deodorizer),  meningkat dari sebelumnya tiga unit, yang bekerja menekan bau sejak dari sumber proses sebelum berpotensi menyebar ke lingkungan sekitar.

Selain mesin deodorizer, lanjut Asep, fasilitas RDF Plant Rorotan dilengkapi dengan sistem pengendalian emisi yang komprehensif dan berlapis.

Berbagai perangkat tersebut, kata Asep, antara lain alat pemisah partikel padat (cyclone),  sistem pengepul debu industri (baghouse filter) dan alat pengendali polusi udara yang menggunakan cairan (wet scrubber) masing-masing sebanyak enam unit.
 

Baca Juga: 

Sampah Banjir Menggunung di Kembangan Baru, Diangkut ke Bantargebang




Ilustrasi. Medcom

Asep mengatakan sistem ini diperkuat dengan dua unit wet scrubber tahap kedua, dua unit pengendali pencemaran udara (wet electrostatic precipitator), dua unit filter karbon aktif, delapan unit kipas mekanis industri (induced draft fan), serta dua unit cerobong yang dirancang untuk pelepasan emisi secara aman dan terkendali.

Menurut Asep, seluruh rangkaian teknologi tersebut dirancang untuk memastikan proses operasional RDF Plant Rorotan memenuhi standar teknis, dan ketentuan lingkungan hidup yang berlaku.

"Peningkatan teknologi pengendalian emisi, bau dan kualitas pengoperasian RDF Plant Rorotan juga berada di bawah supervisi ahli pencemaran udara dari Institut Teknologi Bandung (ITB)," kata dia.

Dengan pengawasan ini, dia ingin memastikan seluruh sistem pengendalian berjalan optimal dan sesuai kaidah ilmiah.

Dia menegaskan Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjalankan pengelolaan sampah berbasis teknologi secara berkelanjutan, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di sekitar fasilitas.

"Penguatan teknologi dan pengendalian lingkungan ini adalah bagian dari upaya kami menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern, aman dan bertanggung jawab," kata dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)