Gedung BEI. Foto: dok Ajaib.
Kenali Peran BEI dalam Mengatur Pasar saat IHSG Melemah
Husen Miftahudin • 30 January 2026 19:30
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok tajam lebih dari delapan persen pada Kamis sore, 29 Januari 2026, sebelum akhirnya membaik usai dilakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini menegaskan pentingnya peran BEI dalam mengatur mekanisme dan stabilitas pasar.
Pelemahan IHSG sudah terjadi sejak Rabu sore lantaran dipicu oleh laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti isu transparansi pasar saham Indonesia dan rendahnya tingkat floating saham sejumlah emiten yang kemudian menimbulkan kekhawatiran para investor dan aksi panic selling.
BEI sebagai lembaga pengatur pasar modal memiliki peran penting dalam mengatasi masalah tersebut, lantas apa sebenarnya peran BEI di dalamnya?
Apa itu BEI?
Melansir dari Sahabat Pegadaian, BEI merupakan lembaga yang menyediakan sistem, sarana, dan aturan agar emiten (perusahaan) dan investor dapat melakukan transaksi efek, mulai dari saham, obligasi, dan derivatif secara aman dan teratur.
BEI berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berfungsi memastikan perdagangan berlangsung adil dan efisien, sekaligus memberi lingkungan aman bagi pelaku pasar untuk membeli atau menjual instrumen keuangan perusahaan.
| Baca juga: Lewat Aktivitas Investasi, Danantara Diharap Bantu 'Poles' Pasar Modal RI Biar Kinclong |
Cara kerja BEI
Agar lebih memahami peran BEI dalam pasar modal, berikut cara kerja BEI dalam menjaga transaksi, dilansir dari Sahabat Pegadaian:
- Jadwal operasional: BEI buka setiap hari kerja dalam dua sesi, pagi (09.00–12.00 WIB) dan siang (14.00–16.00 WIB) untuk memastikan perdagangan berlangsung teratur.
- Sistem pembelian berdasarkan lot: Saham diperdagangkan per “lot” (1 lot = 100 lembar) dengan harga mengikuti fraksi yang ditetapkan, sehingga transaksi lebih standar dan pembentukan harga lebih wajar.
- Prioritas harga dan Waktu: BEI memproses orderan berdasarkan harga terbaik, dan jika harga sama maka order yang masuk lebih dulu mendapat prioritas. Hal ini dilakukan untuk menjamin keadilan dalam perdagangan.
- Penyelesaian transaksi (settlement): Transaksi diselesaikan tiga hari kerja setelah perdagangan. Sistem tersebut memberi waktu bagi investor, broker, dan kustodian untuk memenuhi kewajiban tanpa mengganggu stabilitas pasar.
- Pengawasan perdagangan: BEI memantau transaksi untuk mendeteksi pola mencurigakan, memastikan keterbukaan informasi emiten, dan mencegah manipulasi pasar, menjaga integritas dan keamanan perdagangan.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Peran BEI saat IHSG turun
Penurunan IHSG hingga lebih dari delapan persen membuat BEI segera mengambil sikap dengan menghentikan sementara perdagangan (trading halt) melalui sistem Automated Trading System (JATS) pada pukul 09.26 WIB. Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG melemah 8,0 persen ke posisi 7.654,66, sejak pembukaan perdagangan di level 8.027,82.
Trading halt adalah penghentian sementara seluruh aktivitas perdagangan saham di BEI yang diterapkan saat pasar menghadapi kondisi ekstrem, seperti penurunan IHSG tajam, lonjakan volatilitas, atau kepanikan massal investor. Berbeda dengan suspensi saham individu, trading halt berlaku untuk seluruh pasar untuk menenangkan situasi dan menjaga stabilitas perdagangan.
Selain dipilih sebagai langkah untuk mencegah kepanikan investor dan menjaga stabilitas pasar modal, trading halt juga dilakukan untuk memberi waktu evaluasi informasi secara transparan. Langkah ini memungkinkan pelaku pasar mencerna kondisi dengan lebih rasional, menahan aksi jual berlebihan, serta memastikan bahwa fluktuasi harga tidak menjadi tidak terkendali.
Dengan kata lain, trading halt berfungsi sebagai 'rem darurat' untuk mengelola gejolak pasar dan menjaga kepercayaan investor di tengah kondisi ekstrem. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)