Ilustrasi. Foto: Freepik.
Pemberdayaan Perempuan Dimulai dari Akses Bisnis
Ade Hapsari Lestarini • 6 February 2026 19:45
Jakarta: Pemberdayaan ekonomi perempuan kerap luput dari perhatian, meski peran aktif perempuan di sektor ekonomi berpeluang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga) Budi Setiyono sempat mengungkapkan, berdasarkan berbagai penelitian internasional memperlihatkan, partisipasi perempuan bukan hanya isu keadilan sosial, melainkan strategi ekonomi yang terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen atau lebih, apabila dilakukan secara komprehensif.
Dengan jumlah perempuan mencapai setengah dari populasi, lanjut Budi, kapasitas ekonomi nasional sesungguhnya bergantung pada sejauh mana perempuan diberi ruang berkarya, mengambil keputusan, dan berinovasi.
Selain itu, perempuan Indonesia dihadapkan pada berbagai peran sekaligus: sebagai individu, profesional, Ibu, pasangan, dan hingga penggerak komunitas di tengah dinamika kehidupan modern yang bergerak cepat. Dalam menjalani semua peran tersebut, perempuan membutuhkan lebih dari sekadar ruang untuk beraktivitas. Perempuan membutuhkan "ruang aman" untuk menjadi diri sendiri, bertumbuh, dan berdaya.
Ruang aman bagi perempuan bukan sekadar tempat fisik, melainkan sebuah ekosistem emosional dan sosial yang memungkinkan perempuan untuk berbicara tanpa takut dihakimi, berbagi tanpa rasa khawatir, serta belajar tanpa tekanan. Di ruang seperti inilah perempuan dapat menemukan kembali kepercayaan diri, menyadari potensi diri, dan saling menguatkan melalui pengalaman yang mungkin tak selalu mudah dibagikan di ruang publik.
Melihat pentingnya kehadiran rumah aman bagi perempuan Indonesia, maka Felancy mendukung pemberdayaan perempuan Indonesia melalui peluncuran komunitas "Felancy Percaya Wanita", sebuah komunitas yang didukung sepenuhnya oleh Felancy dan dirancang sebagai ruang aman bagi para wanita untuk berbagi, bertumbuh, serta saling membuka peluang bersama.
"Komunitas ini hadir sebagai wadah yang inklusif dan inspiratif, perempuan Indonesia dapat saling terhubung, memperkuat rasa percaya diri, mengembangkan potensi diri, hingga membangun kesejahteraan bersama. Melalui berbagai aktivitas, diskusi, edukasi, serta kolaborasi, komunitas ini diharapkan dapat melahirkan perempuan-perempuan yang lebih percaya diri, berdaya, dan siap mengambil peran aktif di berbagai aspek kehidupan," ujar Head of Marketing Communication PT Megariamas Sentosa Agnes Dewi, dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 Februari 2026.

Mendorong pengembangan diri perempuan
Salah satu aktivitas yang diinisiasi yaitu Kelas Pengembangan Diri bagi anggota komunitas dengan berbagai tema, antara lain yaitu: bagaimana membuat konten untuk menunjang berjualan, bagaimana membuat konten lewat HP, time management, tips cuan untuk afiliator pemula, hingga pentingnya personal branding agar dilirik brand.
"Kelas ini membekali perempuan dengan keterampilan praktis, mulai dari membuat konten untuk menunjang penjualan, mengoptimalkan konten lewat ponsel, mengatur waktu, hingga memahami peluang cuan sebagai afiliator dan pentingnya personal branding agar dilirik brand. Saya percaya, ketika perempuan dibekali ilmu yang tepat, mereka akan semakin percaya diri, mandiri, berdaya, dan sejahtera," ungkap Influencer Zata Ligouw.
Felancy membuka kesempatan sebesar-besarnya untuk menjadi bagian dari komunitas Felancy Percaya Wanita. Menurut Agnes, ada banyak benefit yang akan didapatkan seperti menjadi brand partner resmi Felancy, memiliki ruang aman untuk berbagi, mendapatkan ilmu digital marketing, perencanaan finansial, kesempatan mendapatkan reward bulanan, hingga mendapatkan komisi menarik sebagai affiliate.
Komunitas ini diharapkan dapat menjadi ruang aman yang juga menjadi tempat berkolaborasi lahir secara alami. Perempuan saling membuka peluang, berbagi jejaring, serta menciptakan ekosistem yang saling mendukung. Inilah fondasi penting bagi terciptanya perempuan Indonesia yang tidak hanya kuat secara individu, tetapi juga solid sebagai komunitas.
"Pada akhirnya, menghadirkan ruang aman bagi perempuan Indonesia bukanlah sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Karena dari ruang yang aman, akan lahir perempuan-perempuan yang percaya diri, berdaya, dan sejahtera. Perempuan yang siap melangkah lebih jauh, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi masa depan bangsa," tutup Agnes Dewi.