Pelestarian Budaya Beriringan dengan Pemberdayaan Ekonomi

Pelestarian budaya dinilai dapat beriringan dengan pemberdayaan ekonomi. Dok. Istimewa

Pelestarian Budaya Beriringan dengan Pemberdayaan Ekonomi

Rahmatul Fajri • 2 July 2026 19:01

Jakarta: Pelestarian budaya dinilai dapat beriringan dengan pemberdayaan ekonomi. Hal itu dibuktikan dengan program desa sejahtera di Banyuwangi, Jawa Timur.

"Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan, melalui penguatan pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan," kata Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 2 Juli 2026.

Sejak mendapat pendampingan Astra pada 2024, desa wisata berbasis budaya Osing berkembang menjadi pusat ekonomi masyarakat yang melibatkan puluhan pelaku UMKM.

Menurut dia, warisan budaya Osing dapat dimanfaatkan secara optimal. Tidak hanya terkait pelestarian, tetapi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Melalui peningkatan kualitas hidup, peluang usaha, dan kesejahteraan yang berkelanjutan," ujar Boy.
 

Selain memperkuat kewirausahaan, pihaknya menjalankan berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan sebagai bagian dari pengembangan desa secara terpadu.

Terdapat 40 pelaku usaha lokal yang bergerak di sektor kuliner, kerajinan, dan kopi, didukung 50 homestay dengan total 92 kamar, serta 40 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang mengelola aktivitas pariwisata berbasis budaya.

Penguatan UMKM dan sektor pariwisata berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis meningkat sekitar 33 persen, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.

Ilustrasi buah naga.(Magnific.com)

Keberhasilan pemberdayaan masyarakat di Kemiren mendapat pengakuan di tingkat nasional maupun internasional. Desa tersebut telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), ASEAN Tourism Award 2025, serta terpilih dalam The Best Tourism Village Upgrade Programme 2025.

Melalui pembinaan UMKM dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, Astra menegaskan komitmennya untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong lahirnya desa-desa yang mandiri dan berdaya saing.

Pengelolaan desa juga menunjukkan hasil di Sumbermulyo, Banyuwangi. Melalui pendampingan bersama Pusat Pengembangan UMKM (PPU), para petani memperoleh penguatan kelembagaan, peningkatan kemampuan budidaya organik, perbaikan kualitas pascapanen sesuai standar offtaker, hingga akses pembiayaan dan pemasaran.

Hasilnya, kelompok tani berhasil mengantongi sertifikasi budi daya organik. Produksi buah naga meningkat hampir dua kali lipat dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025. Sementara itu, omzet kelompok tani melonjak tajam dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar pada periode yang sama.

Tak hanya dipasarkan sebagai buah segar, hasil panen diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti sale buah naga dan buah naga dehidrasi. Produk-produk tersebut kini menembus pasar nasional hingga diekspor ke Singapura dan Hong Kong.

(Achmad Zulfikar Fazli)