Mayoritas SMA/SMK di Jatim Masuk Zona Rawan Bencana

Ilustrasi siswa SMA. (Metrotvnews.com)

Mayoritas SMA/SMK di Jatim Masuk Zona Rawan Bencana

Faishol Taselan • 8 July 2026 18:38

Surabaya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengungkapkan bahwa sebagian besar sekolah menengah di provinsi ini berada dalam kawasan rawan bencana.

"Data yang kami peroleh sekitar 89,2 persen, berada dalam kategori rawan bencana tinggi. Dari jumlah itu, hanya dua persen yang telah mengantongi pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)," kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, di Surabaya, Rabu, 8 Juli 2026.

Secara angka, sebanyak 3.645 dari total 4.088 SMA, SMK, dan MA di Jawa Timur atau sekitar 89,2 persen masuk dalam kategori kerentanan bencana tinggi.

Namun, tingginya angka tersebut tidak diimbangi dengan kapasitas kesiapsiagaan. Gatot menyebut baru sekitar 95 sekolah atau dua persen yang telah menerima pelatihan SPAB.

 


Untuk menjawab kesenjangan itu, BPBD Jatim menggelar Training of Facilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (TOF SPAB) yang melibatkan 50 guru perwakilan dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

"Kondisi ini mendorong BPBD Jatim mempercepat peningkatan kapasitas guru sebagai langkah mitigasi dan memperkuat ketangguhan sekolah," ujar Gatot.


Ilustrasi sekolah. Foto: Metrotvnews/Roni Kurniawan


Melalui TOF SPAB ini, diharapkan terjadi percepatan ketangguhan sekolah melalui peningkatan kompetensi guru. Ilmu yang diperoleh kemudian dapat diterapkan di masing-masing sekolah.

Ketua IGI Jatim, Sukari, mengapresiasi langkah BPBD Jatim yang rutin menggelar TOF SPAB setiap tahun. Menurutnya, pelibatan guru dalam penguatan kapasitas kebencanaan sangat strategis. Sebab, guru merupakan garda terdepan dalam dunia pendidikan.

"Dengan bekal materi kebencanaan yang diberikan, saya yakin ini akan turut mewujudkan percepatan ketangguhan sekolah yang tujuan akhirnya akan menciptakan kondisi satuan pendidikan yang aman dan nyaman," ujar Sukari

(Whisnu M)