Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat memberikan keterangan resmi terkait pengendalian kebakaran TPA Jatiwaringin, Mauk pada Selasa (30/62026). ANTARA/Azmi Samsul M
Penutupan Open Dumping Tekan Risiko Kebakaran dan Pencemaran di TPA Jatiwaringin
Whisnu Mardiansyah • 7 July 2026 15:07
Tangerang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, segera melakukan transformasi tata kelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, ke sistem controlled landfill secara bertahap. Langkah ini dilakukan pascapenanganan kebakaran di area tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengatakan langkah tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola pengelolaan sampah.
"Tahun 2027 sudah menjadi concern Pak Bupati Tangerang dan kami untuk terus melakukan transformasi ini, termasuk proses capping (penutupan lahan) guna mencegah pencemaran mikroplastik," kata Ujat di Tangerang, seperti dilansir Antara, Selasa, 7 Juli 2026,
Ia menyebutkan perbaikan sistem pengelolaan sampah dari zona terbuka atau open dumping menjadi lahan urug terkontrol dilakukan secara bertahap. Pemkab memulai dari luasan satu hingga dua hektare dari total 33 hektare.
"Untuk beralih ke controlled landfill memang butuh energi dan biaya yang sangat besar. Rencananya akhir tahun ini kita mulai cicil satu sampai dua hektar terlebih dahulu," ujar Ujat.
Meski demikian, pemerintah daerah saat ini masih berfokus pada penanganan dan pengendalian kebakaran di TPA Jatiwaringin. Karakteristik tumpukan sampah yang tidak stabil dan berongga di bagian dalam menjadi kendala petugas pemadam.
"Kendalanya memang di tumpukan sampah bagian dalam yang mudah terjebak. Kalau kaki melangkah, dalamnya bisa bolong dan ambles. Itu sangat berbahaya bagi petugas jika tidak didampingi alat berat dan semprotan air langsung," jelas Ujat.
Kondisi cuaca panas yang ekstrem juga menjadi tantangan tersendiri yang memengaruhi efektivitas pemadaman. Tim gabungan memaksimalkan bantuan pemadaman dari udara dengan water bombing. Penambahan kekuatan dilakukan menjadi tiga unit helikopter yang beroperasi, dan direncanakan bertambah menjadi empat unit pada pekan ini.
"Selain menggunakan air konvensional dan pompa alkon besar dari sungai terdekat, tim Manggala Agni juga diterjunkan untuk menginjeksi cairan khusus ke dalam tumpukan sampah guna menjinakkan gas metan," kata Ujat.
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong Pemkab Tangerang melakukan rehabilitasi tata kelola kawasan TPA Jatiwaringin setelah optimalisasi pemadaman tim gabungan selesai dilakukan.
"Pasti akan kita lakukan (rehabilitasi). Upaya dilakukan sesuai pengaturan sampah ini dengan lebih baik lagi, tidak dengan menggunakan pendekatan open dumping," kata Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH, Rasio Ridho Sani.

Pemadaman darat kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang, pada Senin (6/7). (DOK BNPB)
Ia mengatakan tahapan rehabilitasi tata kelola TPA Jatiwaringin segera dilakukan setelah penanganan dan pengendalian kebakaran berhasil diselesaikan.
"Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tangerang didorong untuk segera beralih dari sistem open dumping ke sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, aman, dan ramah lingkungan," kata Rasio.
Menurutnya, langkah rehabilitasi dinilai penting untuk mempercepat penanganan. Penutupan TPA yang masih menggunakan sistem open dumping dapat menekan risiko kebakaran hebat dan pencemaran lingkungan yang kerap melanda area pembuangan sampah.
"Langkah penting yang harus kita lakukan pertama adalah penutupan TPA open dumping. Praktik ini menimbulkan risiko pelepasan gas metana yang berbahaya bagi lingkungan dan memicu perubahan iklim, serta risiko ledakan atau kebakaran," ungkap Rasio.
Rasio menyampaikan selain memicu kebakaran, sistem pembuangan terbuka juga berisiko tinggi menghasilkan cairan lindi (leachate) saat memasuki musim hujan.
"Jika TPA dibiarkan terbuka, air hujan akan membawa zat pencemar tersebut dan menyebarkannya ke lingkungan sekitar," kata Rasio.